Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Wali Kota Depok: Kecil Kemungkinan PSK Dolly Eksodus ke Depok

"Selain tempatnya enggak ada, mereka enggak akan laku karena masyarakat Depok agamis," kata Nur Mahmudi di sela pemusnahan minuman keras dan narkoba.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
Memuat video…

Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Malau

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, sangat kecil kemungkinan wanita pekerja seks komersial Gang Dolly eksodus ke Depok, Jawa Barat, pascapenutupuan Rabu (18/6/2014) malam.

"Selain tempatnya enggak ada, mereka enggak akan laku karena masyarakat Depok agamis," kata Nur Mahmudi di sela pemusnahan minuman keras dan narkoba di kawasan Grand City Depok, Kota Kembang, Depok, Jumat (20/6/2014).

Ia menambahkan, terlalu jauh bagi mantan PSK Gang Dolly di Putat Jaya, Surabaya, sampai harus pindah ke sejumlah tempat hiburan dan warung remang-remang yang beroperasi di Depok.

"Sekarang saja kami sudah minimalisir. Para tokoh agama di Depok terus menyadarkan kehidupan beragama sehingga praktik-praktik seperti itu terjadi tidak secara masif," paparnya.

Menurut Nur Mahmudi untuk puluhan warung remang-remang yang ada di kawasan TPU Pondok Rangon, Harjamukti, Cimanggis, Depok, pihaknya tengah dalam proses penutupan permanen secara sistemik.

Ia mengatakan hambatan paling kuat untuk menutup karena pihak-pihak yang berada di lokasi warung remang-remang di antaranya masyarakat sekitar dan pemilik lahan berdiam diri.

"Kami upayakan mereka terlibat langsung bersama kita, menutup warung dan kafe di sana. Pemilik lahan juga harus proaktif menolaknya. Jika pemilik lahan tidak bersama kita, maka agak sulit juga," papar Nur Mahmudi.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas