Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Decky Tertipu Beli Tiket Bon Jovi Lewat Web Palsu

Kehadiran band rock asal Amerika Serikat, Bon Jovi, ke Indonesia dimanfaatkan sekelompok orang untuk melakukan kejahatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Decky Tertipu Beli Tiket Bon Jovi Lewat Web Palsu
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Decky Surahman (35) merasa tertipu membeli tiket Bon Jovi melalui website palsu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kehadiran band rock asal Amerika Serikat, Bon Jovi, ke Indonesia dimanfaatkan sekelompok orang untuk melakukan kejahatan.

Mereka membuat website tiketbonjovi.com sebagai sarana melakukan penipuan. Website dibuat menarik minat penggemar supaya membeli tiket konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada (11/9/2015).

Tampilan dan nomor customer service dibuat di website agar penggemar mempercayai itu merupakan website official resmi yang dikelola promotor kedatangan Bon Jovi, Live Nation Indonesia.

Indikasi penipuan disampaikan Decky Surahman (35). Dia mengungkapkan hal tersebut kepada awak media di depan kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Dia mengatakan sudah membeli tiket seharga Rp 500 ribu untuk kelas Tribun Atas. Tiket dibeli melalui website tiketbonjovi.com, sementara uang ditransfer lewat rekening.

"Kami sudah membeli tiket. Ada indikasi penipuan saat, kami mengkonfirmasi balik, tetapi tidak dijawab. Pembicaraan melalui telepon tidak bisa," tutur Decky ditemui di SPKT Polda Metro Jaya, Kamis (3/9/2015).

Lalu, pengelola website itu meminta supaya komunikasi dilakukan lewat live chat. Melalui percakapan live chat, disampaikan penukaran tiket dilakukan H-3 di SUGBK. Kemudian, penukaran tiket diralat menjadi hari konser.

Rekomendasi Untuk Anda

Pengelola website juga mengirimkan email ke seluruh pembeli tiket. Menurut Decky, ini merupakan kesalahan pengelola karena melalui email itu dia dapat mengkonfirmasi kepada pembeli tiket lainnya telah terjadi penipuan.

"Ini kesalahan pelaku mereka mengirim email penukaran tiket melalui gmail. Mereka mengirim ke seluruh alamat email. Kami harap tidak ada korban. Ada 60 orang terdaftar. Total yang berhasil dihimpun ada 28 orang korban dan kerugian Rp 108 juta," kata dia.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas