Tribun

Ledakan di Alam Sutera

Apa Sih Bitcoin yang Bikin Leopard Gelap Mata Meledakkan Mal Alam Sutera

Bitcoin adalah sebuah mata uang elektronik yang proses transaksinya dilakukan via internet tanpa menunjukkan identitas

Editor: Hendra Gunawan
Apa Sih Bitcoin yang Bikin Leopard Gelap Mata Meledakkan Mal Alam Sutera
Warta Kota
Ilustrasi bitcoin 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kendati masih belum cukup populer di Indonesia, transaksi dengan Bitcoin sudah menjadi hal yang lumrah di negara lain. Bitcoin juga sering dipakai sebagai alat transaksi kejahatan.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, lembaga riset keamanan cyber Communication and Information System Security Research Centre (CISSReC) menuturkan bahwa bomber Mal Alam Sutera, Leopard Wisnu Kumala (29) adalah penjahat Indonesia pertama yang melakukan aksi terorisme dan meminta tebusan dengan Bitcoin.

Untuk diketahui, Bitcoin adalah sebuah mata uang elektronik yang proses transaksinya dilakukan via internet tanpa menunjukkan identitas pemilik akun mata uang tersebut.

"Unsur anonimitas dalam penggunaan Bitcoin memang kerap kali digunakan untuk hal-hal kriminal. Di negara lain, penjahat maupun organisasi kriminal banyak yang memakai Bitcoin untuk melakukan modus operandinya," kata Ketua CISSReC, Pratama Persadha, Jumat (30/10).

Menurut Pratama, transaksi Bitcoin kerap kali digunakan mulai untuk kebutuhan kenakalan remaja, sampai tindakan kriminal serius.

"Mulai dari beli film porno, narkoba, pencucian uang, sampai perdagangan manusia. Transaksi dengan Bitcoin bisa memudahkan semuanya itu, karena tidak ada bukti resi pembayaran yang bisa dilacak," katanya.

Khusus untuk kasus Leopard, Pratama mengatakan bahwa aksi terorisme dengan motif uang, dalam hal ini Bitcoin, lebih berbahaya ketimbang aksi teroris yang dilakukan kelompok orang dari paham tertentu.

"Aksi teror seperti ini jauh lebih mudah ditiru, karena hanya membutuhkan motif sederhana. Keadaan ekonomi yang sulit pun bisa jadi trigger penjahat lain meniru cara ini. Belum lagi dengan banyaknya tutorial pembuatan bom yang banyak bisa ditemui di situs internet," katanya. (Banu Adikara)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas