Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wali Kota: Daeng Azis kan Sudah Kaya, Alih Profesi Dong, Tobat Kek

Menurut Rustam, Azis sudah mendapat banyak keuntungan dari Kalijodo sehingga sudah seharusnya Azis membantu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Wali Kota: Daeng Azis kan Sudah Kaya, Alih Profesi Dong, Tobat Kek
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
DATANGI KOMNASHAM - Pengusaha hiburan malam kalijodo Daeng Azis di gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (15/2). Kedatangannya untuk mengadukan rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan pengembalian fungsi kawasan Kalijodo menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengatakan, semua proses penertiban ini akan lebih mudah jika tokoh masyarakat Kalijodo, Abdul Azis atau Daeng Azis, bersikap kooperatif.

Menurut Rustam, Azis sudah mendapat banyak keuntungan dari Kalijodo sehingga sudah seharusnya Azis membantu.

"Preman-preman ini kan anak buah Daeng Azis semua, dia arahkan dong. Daeng Azis kan juga sudah kaya, alih profesi dong, tobat kek," ujar Rustam di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (18/2/2016).

Baca Juga: Gelang Emas dan Mercedes Benz C Class Milik Daeng Azis

Rustam mengatakan, Azis sudah meraup keuntungan banyak dari Kalijodo. Sebab, Azis memiliki dua buah kafe besar di sana. Kafe tersebut juga merangkap sebagai tempat prostitusi.

Menurut informasi yang diterima Rustam, Azis bahkan sudah memiliki empat rumah dari usahanya di Kalijodo itu.

"Daeng itu punya usaha, ada dua kafe sekaligus tempat hiburan. Bawahnya kafe, atasnya buat tempat begituan. Rumah dia di tempat lain ada. Saya dapat informasi rumah dia ada empat," ujar Rustam.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia berharap Azis bisa menghentikan intimidasinya kepada warga Kalijodo yang sudah bersedia direlokasi.

Rustam mengatakan, sebelumnya, sudah ada 24 orang yang mendaftar agar bisa mendapatkan rumah susun. Namun, jumlahnya kini berkurang menjadi 10 orang saja.

Akibatnya, Rustam Effendi benar-benar mengeluarkan SP 1 kepada warga Kalijodo. Tujuannya ialah agar warga sadar bahwa penertiban bukan sekadar wacana.

Penulis : Jessi Carina

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas