Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengusaha Bongkar Lika-liku Mafia Mobil Rental, Ada Peran 'Wayang'

Bos rental mobil asal Tangerang Ilyas Abdurrahman tewas ditembak  para penjahat rental mobil di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Banten.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pengusaha Bongkar Lika-liku Mafia Mobil Rental, Ada Peran 'Wayang'
Tribunnews.com/Reynas Abdila
Garasi Rental Makmur Jaya yang berlokasi di  Taman Raya Rajeg blok 15, Kabupaten Tangerang. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kasus rental mobil kembali memakan korban jiwa.

Pada Kamis 6 Juni 2024 lalu, seorang pengusaha rental mobil asal Jakarta tewas dikeroyok warga saat mengambil kendaraan rentalnya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Peristiwa memilukan kembali terjadi pada Kamis 2 Januari 2025.

Dimana bos rental mobil asal Tangerang Ilyas Abdurrahman tewas ditembak  para penjahat rental mobil di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Banten.

Sering Terjadi

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) wilayah Jabodetabek, Raihan Rivai mengatakan kasus mobil dibawa kabur penyewa memang menjadi hal yang sering dialami para pengusaha rental.

Dalam sebulan, ia menyebut rata-rata ada dua sampai tiga kasus semacam ini di komunitasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini sebetulnya sudah sering terjadi tapi bedanya kali ini sampai terjadi pembunuhan dengan penembakan," kata Raihan ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2025).

Raihan mengatakan bahwa memang ada mafia yang bermain dalam kasus penggelapan mobil sewaan.

Ia menyebut para penyewa dengan istilah 'wayang'. 

Dalam kasus yang menewaskan Ilyas, yang berperan sebagai wayang yakni Ajat Sudrajat selaku penyewa mobil di rental milik korban.

Ajat sendiri saat ini telah dibekuk polisi.

"Dimana penyewa ini ibaratnya dia ini wayang, dimana ada mafia di belakangnya yakni mereka akan menjual lagi mobilnya hanya dalam keadaan mobil dan STNK saja tanpa BPKB," ujar Raihan.

Raihan menyebut praktik kejahatan dengan modus semacam itu berlangung subur karena memang peminat di pasar gelap cukup tinggi.

Ia mengatakan banyak masyarakat tergiur membeli mobil dengan harga murah kendati tak memiliki BPKB sebagai tanda keabsahan kendaraan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas