Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sindir Penggusuran Dadap, Netizen: 'Mana Para Pembela yang Berteriak di Luar Batang?'

Sindir penggusuran Dadap, netizen ramai-ramai colek Ratna Sarumpaet, Yusril Ihza Mahendra, dan para pembela Luar Batang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rendy Sadikin
zoom-in Sindir Penggusuran Dadap, Netizen: 'Mana Para Pembela yang Berteriak di Luar Batang?'
Twitter
Tabel yang dibuat netizen untuk menunjukkan ketidakhadiran para pembela Luar Batang di Kawasan Dadap Tangerang. 

Kericuhan pecah saat petugas Satpol PP hendak masuk kawasan ini.

Warga sudah siaga dengan membentuk barikade menutup Jalan Perancis sebagai akses masuk ke wilayah Dadap Cheng In.

Perwakilan dari warga Dadap yakni Ijul (33) menceritakan detik-detik keributan yang mencekam pada saat itu.

"Beberapa hari lalu kami diberi surat SP-1, dari surat itu pada Selasa (10/5/2016) pemerintah layangkan SP-2," ujar Ijul saat ditemui Warta Kota di kawasan Dadap pada Rabu (11/5/2016).

Warga kompak membuat strategi pada Senin (9/5/2016) malam.

Mereka melakukan aksi demo dan menentang keras terkait rencana penggusuran ini.

Pada Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 07.00 massa sudah ramai berkumpul. Jumlahnya lebih dari 500 orang.

Rekomendasi Untuk Anda

Warga sudah menyiapkan ban untuk dibakar di tengah Jalan Perancis.

Aparat Satpol PP yang berusaha masuk pun berhasil dipukul mundur oleh warga.

"Satpol PP pengecut, mereka tidak berani dan berlindung kepada anggota polisi sehingga menyebabkan kericuhan," ungkap Ijul.

Petugas Satpol PP tak berdaya menghadapi warga Dadap. Pada siang harinya ratusan anggota polisi datang ke lokasi dan membuat beberapa barisan.

Massa dengan polisi pun akhirnya bentrok. Kedua kubu mengalami luka - luka akibat insiden ini.

"Ricuh berlangsung begitu saja, warga kami ada lima orang luka," katanya.

Dentuman gas air mata ditembakan polisi ke arah warga. Chaos semakin menjadi - jadi.

Warga berbekal batu, botol, kayu, hingga senjata tajam tak gentar menghadapi ratusan polisi. Suasana semakin mengerikan di kawasan Dadap.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas