Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KJP Diganti Jakarta One, Lebih Sakti dan Serba Guna

Kartu tersebut, merupakan kartu untuk transaksi elektronik yang berkaitan dengan program dari Pemprov DKI Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in KJP Diganti Jakarta One, Lebih Sakti dan Serba Guna
Tribunnews/Lendy Ramadhan
Miniatur uang elektronik Jakarta One yang diperlihatkan di stand Bank DKI dalam Festival Smart Money Smart City di Golf Driving Range, Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2016). 

Untuk KJP saat ini ada sekitar 600.000 orang dan penghuni rusun 24.000 orang," kata Sediarsi, usai acara peluncuran tersebut.

Nantinya, lanjut Sediarsi, kartu JakartaOne akan menggantikan kartu-kartu KJP atau penghuni rusun.

Kartu itu akan berisi identitas si pemilik sehingga dapat dipergunakan warga DKI sebagai kartu identitas elektronik yang sama dengan value bagi masyarakat Jakarta.

Sesuai dengan profil dirinya untuk akses terhadap berbagai program dan sarana publik dari Pemprov DKI Jakarta," jelasnya.

Kartu itu, akan dapat mengelola informasi mengenai pola aktivitas dan pergerakan warganya dalam akses ke sarana publik.

Tujuannya adalah agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memformulasikan kebijakan yang berpihak kepada kebutuhan masyarkatnya atas sarana publik.

"Pemprov DKI nanti juga dapat memberikan berbagai program insentif untuk mempengaruhi perilaku warganya mendukung kebijakan publik, misalnya dengan pemberian program subsidi transportasi kepada para penghuni rumah susun dan pemegang KJP," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

JakartaOne sendiri, tambah Sediarsi, merupakan sebuah sistem atau media yang dikelola oleh Pemprov DKI yang melingkupi fungsi ldentitas, Akses Layanan Publik, dan sebagai Alat Pembayaran.

Sementara, peran Bank DKI adalah mendukung kebijakan-kebijakan Pemprov DKI Jakarta dengan melakukan digitalisasi layanan keuangan, khususnya dalam sistem pembayaran.

"JakartaOne akan mendorong terbentuknya masyarakat digital dan terbentuknya Jakarta Smart City. Karena itu akan bisa digunakan mencakup transportasi, akses sarana kesehatan, pembayaran pajak dan retribusi pambayaran sarana utilitas seperti listrik, telepon, air minum, gas dan BBM," katanya.

Terbatas

Peluncuran prototype Kartu JakartaOne untuk tahun 2016 ini, masih dilakukan secara terbatas yaitu untuk segmen masyarakat yang mendapat subsidi seperti penghuni rumah susun.

Secara bertahap akan diperluas cakupannya pada tahun 2019 yang nantinya diharapkan Kartu Jakarta One sudah berlaku secara multibank.

Untuk semua warga DKI Jakarta dan para pendatang yang nikmati akses terhadap sarana publik di kota Jakarta.

Terpisah, anggota DPRD DKI Jakarta, William Yani, mengatakan, bahwa seharusnya kartu JakartaOne tersebut, bisa terintegrasi dengan berbagai kebutuhan.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas