Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Angkutan Aplikasi Online Harus Ikuti Kebijakan Ganjil Genap

Pemerintah DKI Jakarta akan menerapkan sistem ganjil genap per tanggal 26 Juli-28 Agustus

Angkutan Aplikasi Online Harus Ikuti Kebijakan Ganjil Genap
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kendaraan roda empat melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (12/7/2016). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menerapkan uji coba sistem pembatasan lalu lintas ganjil-genap bagi kendaraan bermotor roda empat di jalan protokol di Ibu Kota mulai 27 Juli sampai 26 Agustus 2016. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbeda dengan kendaraan umum lainnya, taksi berbasis aplikasi online tetap harus mengikuti kebijakan sistem ganjil genap.

Sembilan titik persimpangan yang akan diawasi yakni simpang Patung Kuda, simpang Kebon Sirih, simpang Sarinah, Bundaran Hotel Indonesia, Bundaran Senayan, CSW, simpang Kuningan kaki Gatot Soebroto, simpang Kuningan kaki Mampang, dan simpang HOS Cokroaminoto.

Pemerintah DKI Jakarta akan menerapkan sistem ganjil genap per tanggal 26 Juli-28 Agustus mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan umum, terkecuali kendaraan umum berbasis aplikasi online seperti taksi online.

"Grab Car dan taksi berbasis aplikasi lainnya akan terdampak kebijakan ganjil-genap, karena biar bagaimana pun mereka adalah kendaraan dengan plat hitam bukan plat kuning," ujar Andri pada rapat bersama Komisi Perekonomian DPRD DKI Jakarta, Senin (18/7/2016).

Andri menjelaskan taksi berbasis aplikasi tidak dapat disebut sebagai angkutan umum, meski pun diketahui sudah ribuan taksi yang sudah melalui proses pemeriksaan KIR, serta perusahaan yang sudah mengantongi izin.

"Taksi online platnya apaan? Hitam kan, ya sudah, kalau dia mau tidak kena kawasan pembatasan ya berubah plat aja. Bisa gak ubah? Jadi yang diubah itu bukan kebijakan lho, dia dong berubah. Jadi kebijakannya kayak gini, kalau mau ikut dia berubah. Kita jangan ikutin dia mulu. Dia dong ikutin kita," kata Andri.

Dalam masa ujicoba penerapan ganjil-genap yang akan berlangsung selama satu bulan hingga akhir Agustus mendatang tersebut, dijelaskan Andri, petugas kepolisian dan Disubtrans tidak akan memberi sanksi bia terjadi pelanggaran.

Namun, bila suda diberlakukan nanti, pelanggar ganjil genap akan dikenakan sanksi penilangan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian sebagai penegak hukum.

"Kami sudah menyiapkan 20 rambu berukuran 120 x 80 cm pada lokasi yang menuju sistem ganjil genap. Rambu tersebut berisi waktu pemberlakuan uji coba ganjil genap berikut dengan lokasi-lokasinya," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas