Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Partai Pendukung Ahok Disebut Koalisi Goyang Poco-poco, Ini Tanggapan NasDem

Koalisi tersebut diprediksi pecah saat Ahok mengumumkan calon pendampingnya di Pilkada DKI Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Partai Pendukung Ahok Disebut Koalisi Goyang Poco-poco, Ini Tanggapan NasDem
ist
T Taufiqulhadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem membantah koalisi pendukung Ahok bergoyang poco-poco.

Koalisi tersebut diprediksi pecah saat Ahok mengumumkan calon pendampingnya di Pilkada DKI Jakarta.

"Menurut saya justru aneh koalisi kekeluargaan, ini masih mending wakil belum ditentukan disana calon gubernur saja belum ada. Lebih parah lagi," kata Anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi ketika dikonfirmasi, Kamis (11/8/2016).

Taufiqulhadi mengatakan koalisi pendukung Ahok sudah solid dan tak memiliki masalah.

Apalagi, calon gubernur sudah ditentukan yakni Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Mengenai nama wakil gubernur, Anggota Komisi III DPR itu hal tersebut belum didiskusikan.

Tetapi, ketiga partai politik dan Teman Ahok akan berkompromi mengenai nama wakil gubernur. Terpenting, calon tersebut dapat mendukung Ahok dalam bekerja membangun DKI.

"Sekarang pembicaraan awal sudah terjadi. Tidak perlu terburu-buru, nanti dikompromikan. Kan bisa saja (partai pendukung Ahok) bertambah jadi empat," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai koalisi pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih dapat terpecah.

Pasalnya, Ahok belum menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya di Pilkada DKI Jakarta.

"Namanya juga politik, memangnya yang tiga itu tidak bisa bubar? Pasti juga bisa bubar, belum tentu pas menjelang pendaftaran masih tetap kokoh. Kalau ternyata Wagubnya tidak ada yang cocok, salah satunya bagaimana?" tanya Sekjen PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Arsul menambahkan koalisi masih dapat berubah sampai pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur di KPU DKI Jakarta.

"Iya dong, masih bisa digoyang. Jadi kalau berbicara goyang menggoyang, yang sini mau disana mau digoyang, itu juga sama yang sini juga mau disana juga digoyang. Jadi, yang namanya politik pasti ada poco-poco," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas