Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Massa Penolak dan Pendukung Djarot Nyaris Bentrok di Cipinang

Panwascam dianggap tidak tegas karena membiarkan spanduk itu terpasang pada saat kedatangan Djarot.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Massa Penolak dan Pendukung Djarot Nyaris Bentrok di Cipinang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyapa warga saat melakukan blusukan di Kawasan Bangka, Jakarta, Selasa (15/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat blusukan di Jalan Al Muhajirin, Cipinang, Jakarta Timur,  Rabu (16/11/2016) sore.

Dalam kampanye itu, Djarot  disambut warga sekitar.

Saat berbincang dengan warga RW 04, Djarot nyeletuk.

“Tumben, kok nggak ada yang demo?” kata Djarot disertai tawa khasnya.

Sejumlah ibu rumah tangga dan pendukungnya tertawa menanggapi candaan Djarot.

Baca: Penolak dan Relawan Ahok Berhadap-hadapan di Ciracas

Selanjutnya, sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih sekitar setengah kilometer, Djarot masih menyapa masyarakat.

Djarot bahkan meladeni permintaan seorang perempuan hamil, yang ingin perutnya diusap dan didoakan agar anaknya kelak berbuat banyak kebaikan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nanti jangan lupa, pilih yang ada kumisnya," kata Djarot disambut teriakan salam dua jari dari pendukungnya.

Tetapi, situasi menjadi  berbeda ketika rombongan kampanye tiba di depan Pos RW06.

Di dekat pos RW itu, terpampang spanduk besar menolak kedatangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Masih dengan alasan sama, pemasang spanduk tidak rela kampungnya didatangi pasangan yang menurut mereka sebagai penista agama.

Satgas PDI Perjuangan yang berjumlah ratusan orang segera berlari mendekat ke spanduk itu.

Spanduk itu kemudian dicopot dan dibawa oleh tiga orang anggota Satpol PP.

Di saat bersamaan, tanpa alasan jelas, ada beberapa pendukung Djarot mencoba memukul seorang anggota Panwascam Pulogadung.

Panwascam dianggap tidak tegas karena membiarkan spanduk itu terpasang pada saat kedatangan Djarot.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas