Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pembunuhan Sadis di Pulomas

Hanya Ius Pane yang Dihadirkan Saat Rekonstruksi Perampokan Rumah di Pulomas

Sebanyak 75 adegan dilakukan di rumah itu. Di kesempatan itu, aparat kepolisian hanya menghadirkan seorang tersangka, Yus Pane.

Hanya Ius Pane yang Dihadirkan Saat Rekonstruksi Perampokan Rumah di Pulomas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka Ridwan Sitorus atau Ius Pane dihadirkan saat prarekonstruksi perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta, Jumat (6/1/2017). Sebanyak 71 adegan reka ulang kejadian dilakukan dan juga menghadirkan seorang tersangka yaitu Ridwan Sitorus atau Ius Pane. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aparat Polres Metro Jakarta Timur merekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan di rumah Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2017).

Sebanyak 75 adegan dilakukan di rumah itu. Di kesempatan itu, aparat kepolisian hanya menghadirkan seorang tersangka, Yus Pane.

Sementara tiga pelaku lainnya, yaitu Ramlan Butar-Butar, Erwin Situmorang, dan Alfins Sinaga dilakukan peran pengganti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan Erwin dan Alfins tak dihadirkan karena sedang sakit. Mereka berada di Mapolres Metro Jakarta Timur.

Baca: Alasan Polisi Cuma Hadirkan Tersangka Ius Pane

Baca: Reka Ulang Perampokan Pulomas, Begini Aksi Ius Pane Saat Berada di Rumah Dodi Triono

Baca: Reka Ulang Perampokan Pulomas, Begini Aksi Ius Pane Saat Berada di Rumah Dodi Triono

Sedangkan, Ramlan telah meninggal dunia karena ditembak setelah melawan saat hendak ditangkap.

"Yus Pane. Yang dua masih di Polres," ujar Argo, kepada wartawan, Kamis (18/1/2017).

Selain menghadirkan satu tersangka, kata dia, aparat kepolisian juga membawa empat korban selamat dari insiden tersebut.

Mereka yaitu, empat pembantu, yakni Santi, Fitriyani, Emi, dan Windi. Sementara itu, Janette, anak Dodi Triono, tidak dihadirkan.

"Hanya Janet yang tak hadir, yang lain dihadirkan. Ada pembantu," kata dia.

Sebelumnya, insiden perampokan diserati pembunuhan terjadi di rumah Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara, Pulomas, Jakarta Timur pada 26 Desember 2017 lalu, begitu menyorot perhatian publik.

11 orang penghuni rumah itu disekap di dalam toilet sempit yang berukuran sekitar 1,5x1,5 meter. Para korban selamat ditemukan dalam kondisi lemas karena kekurangan oksigen, keesokan harinya pada Selasa 27 Desember 2016 pagi.

Enam orang tewas dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Dodi, Diona Andra Putri (putri pertama Dodi dari mantan istri kedua), Dianita Gemma Dzalfayla (putri ketiga Dodi dari mantan istri kedua), Amalia Calista (teman Gemma), serta dua sopir Dodi bernama Yanto dan Tarso.

Sementara lima korban lainnya selamat. Mereka adalah Anet (putri kedua Dodi dari mantan istri kedua) dan empat pembantu, yakni Santi, Fitriyani, Emi, dan Windi.

Dalam hitungan hari, empat orang pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok. Keempat pelaku adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfins Sinaga dan Ridwan Sitorus alias Ius Pane.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas