Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Elang Sakit saat Ayahnya Pergi untuk Selama-lamanya

Anak semata wayang mereka yang berusia 2,5 tahun, Muhammad Elang Ghifari, sempat rewel dan meminta ayahnya agar jangan pergi

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Elang Sakit saat Ayahnya Pergi untuk Selama-lamanya
TRIBUNNEWS.COM/Fransiskus Adhiyuda
Jenasah Deden Hidayat Maulana (31) pendaki korban tersambar petir di Gunung Prau, Dieng, Jawa Tengah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Depok 

Pada Minggu petang, keluarga Lilis mendapat kabar dari rekan Wawan yang sama-sama naik gunung.

Petugas Kepolisian dibantu tim SAR dan warga mengevakuasi 11 pendaki gunung asal Jakarta yang tersambar petir di Gunung Prau, kawasan Desa Dieng, Kejajar, Wonosobo, Minggu (23/4/2017). Dari 11 pendaki, 3 diantaranya tewas di tempat, 2 orang luka-luka, dan 6 lainnya selamat. TRIBUNNEWS/HO
Petugas Kepolisian dibantu tim SAR dan warga mengevakuasi 11 pendaki gunung asal Jakarta yang tersambar petir di Gunung Prau, kawasan Desa Dieng, Kejajar, Wonosobo, Minggu (23/4/2017). Dari 11 pendaki, 3 diantaranya tewas di tempat, 2 orang luka-luka, dan 6 lainnya selamat. TRIBUNNEWS/HO (TRIBUN/HO)

Kabar itu menyebutkan bahwa rombongan pendaki yang diikuti Wawan terkena musibah di Gunung Prau.

"Mereka bilang rombongan suami saya kesamber petir. Awalnya saya nggak begitu percaya. Tapi pada malam harinya ada info lagi suami saya ditemukan meninggal dunia," ucap Lilis.

Perempuan itu langsung ambruk mendengar kabar itu.

Dadanya seperti dihantam dengan keras, sangat sesak.

Pendaki gunung asal Jakarta yang tersambar petir di Gunung Prau, kawasan Desa Dieng, Kejajar, Wonosobo, dievakuasi ke RSUD KRT Setjonegoro, Minggu (23/4/2017). Dari 11 pendaki, 3 diantaranya tewas di tempat, 2 orang luka-luka, dan 6 lainnya selamat. TRIBUNNEWS/HO
Pendaki gunung asal Jakarta yang tersambar petir di Gunung Prau, kawasan Desa Dieng, Kejajar, Wonosobo, dievakuasi ke RSUD KRT Setjonegoro, Minggu (23/4/2017). Dari 11 pendaki, 3 diantaranya tewas di tempat, 2 orang luka-luka, dan 6 lainnya selamat. TRIBUNNEWS/HO (TRIBUN/HO)

Semalaman ia menangis. Tangisannya makin pecah ketika pada Senin pagi mobil ambulance yang membawa jasad suaminya tiba di rumah duka.

Ia tak kuasa melihat kondisi jenazah suaminya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga Senin siang usai jenazah Wawan dimakamkan pun tangisannya masih belum berhenti.

"Ini sudah takdirnya begini. Saya pasrah saja," kata Lilis yang dinikahi Wawan sejak 2012 lalu.

Ratusan kerabat sejak Senin pagi sudah datang ke rumah duka. Hampir semua anggota keluarga Wawan shock.

Ayah Wawan yang bernama Jaiman Santoso (58) lebih banyak termangu meratapi kepergian anak sulungnya.

Sementara, istri Jaiman, Sutarmi (50), kerap menangis setiap ada kerabatnya datang dan mengucapkan bela sungkawa.

Sudah diingatkan

Pemandangan hampir sama juga terlihat di rumah duka korban bernama Aditya Agung Dermawan (30) di Rumah Susun Guru Cipinang Muara yang jaraknya tak jauh dengan kediaman Wawan.

Ratusan orang berkumpul di lantai dasar rumah susun untuk berbelasungkawa atas meninggalnya pegawai Pegadaian Cabang Citayam itu.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas