Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Djarot: Wali Kota Jakarta Utara Dirotasi Karena Terlalu Baik

Setidaknya 18 pejabat setingkat eselon II terkena perombakan PNS Pemprov DKI. Perombakan juga terjadi pada 62 pejabat eselon

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Djarot: Wali Kota Jakarta Utara Dirotasi Karena Terlalu Baik
Tribunnews/Lendy Ramadhan
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan alasan dirinya merotasi posisi Wahyu Haryadi dari Wali Kota Jakarta Utara menjadi Wakil Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah.

Djarot mengatakan, dirinya membutuhkan pejabat yang bisa disiplin menjalankan tugas pokok dan fungsi di pemerintahan. Tetapi hasil kerja Wahyu ternyata tak cukup membuat Djarot puas.

"Pak Wahyu baik, karena terlalu baik ya makanya kita cari orang yang bukan hanya baik tapi juga tegas menjaga wilayahnya," kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Wahyu merupakan salah satu dari 226 pejabat DKI yang masuk daftar perombakan.

Setidaknya 18 pejabat setingkat eselon II terkena perombakan PNS Pemprov DKI. Perombakan juga terjadi pada 62 pejabat eselon III dan 146 pejabat eselon IV.

Bekas Wali Kota Blitar itu mengatakan, perombakan merupakan bagian penyegaran demi mempercepat kinerja DKI beberapa bulan ke depan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dari sekian ribu, kami selalu evaluasi dan ada beberapa yang kosong, pensiun, jadi perlu penyegaran, promosi, mutasi, dan demosi," kata Djarot.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas