Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cegah Wabah Difteri, Dinkes DKI Proaktif Beri Warga Vaksin

Sampai saat ini, penyakit mematikan yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa di 20 provinsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Cegah Wabah Difteri, Dinkes DKI Proaktif Beri Warga Vaksin
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Ekspresi murid kelas I saat diimunisasi vaksin Difteri Tetanus (DT) oleh petugas medis di SDN 2 Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (8/10/2015). Pemberian imunisasi dalam Bulan Imunisasi Nasional ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi angka penderita suatu penyakit yang membahayakan. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengantisipasi wabah difteri.

Sampai saat ini, penyakit mematikan yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa di 20 provinsi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan penyuluhan kepada warga untuk mengikuti vaksin.

"Saya mau bantu mendorong Dinkes meyakinkan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan preventif, promotif, seperti vaksin ini menjadi fokus utama pelayanan kesehatan di DKI," tutur Sandiaga, Selasa (5/12/2017).

Melalui pemberian vaksin, kata dia, warga ibu kota tidak rentan terhadap penyakit.

Baca: Penyakit Difteri Semakin Ganas! Korbannya Makin Banyak di Indonesia, Ini Gejalanya

Namun, pemberian vaksin itu masih memerlukan sosialisasi sehingga warga mengetahui.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kemarin tidak mendapatkan sosialisasi yang baik karena mungkin dari segi kampanye kurang, dari segi pendekatan kurang, dan ini pr besar untuk DKI," tambahnya.

Sebelumnya, Difteri kembali mewabah di Indonesia.

Kementerian Kesehatan sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) karena penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae ini telah memakan puluhan korban jiwa di 20 provinsi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sampai November 2017, ada 95 kabupaten dan kota dari 20 provinsi yang melaporkan kasus difteri.

Secara keseluruhan terdapat 622 kasus, 32 diantaranya meninggal dunia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas