Nenek Kelaparan di Atas Genteng, Bajunya Basah Kuyup, Celengannya Hanyut Diseret Banjir
Bahkan, di lokasi pengungsian sejak Senin malam, ia juga tidak makan. Padahal, ia harus menyusui sang buah hati.
Editor: Hasanudin Aco

Sama dengan Neneng, Dahlia juga tidak sempat menyelamatkan barang apa pun di rumah sempitnya.
Bahkan, di lokasi pengungsian sejak Senin malam, ia juga tidak makan. Padahal, ia harus menyusui sang buah hati.
"Ini anak saya badannya panas. Tapi tadi sudah diperiksakan ke posko kesehatan," ujarnya.
Dahlia bersama suaminya pada Selasa pagi sudah mengecek rumah mereka. Kata dia, rumahnya kini penuh lumpur.
Ia dan suami belum ingin membersihkan, karena kemungkinan banjir susulan masih akan datang.
Tercatat 24 warga yang telah melakukan pemeriksaan di posko kesehatan Dokpol Polres Jakarta Selatan. dr Reni Setiawati, tenaga medis dari kepolisian mengatakan, rata-rata para pengungsi menderita demam.
"Mereka kecapekan dan demam, karena mungkin hujan-hujanan sejak kemarin. Satu orang mengalami sesak napas, diduga ada riwayat penyakit jantung. Tapi sudah kami tangani," jelasnya. (*)
Penulis: Feryanto Hadi