Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Begini Respon Sandi Soal 1500 Ton Sampah Saat Banjir

Total Dinas Kebersihan mengangkut 1500 ton sampah yang datang dari Katulampa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Begini Respon Sandi Soal 1500 Ton Sampah Saat Banjir
Bayu Indra Permana/Tribunnews.com
Sandiaga Uno saat berada di Jakarta Creative Hub, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orang nomor dua di DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meminta pihak Suku Dinas Lingkungan Hidup (SDLH) untuk bekerja extra mengatasi sampah.

Dirinya mengatakan akan bekerjasama dengan Kabupaten dan Kota di wilayah hulu untuk menanggulangi sampah.

Hal tersebut sekaligus agar sampah yang dibawa aliran air tidak menumpuk di DKI Jakarta.

"Instruksi kami ke SDLH pak Isnawa Adji adalah kita double tim, disana kita lapis," ucap Sandiaga Uno saat ditemui di Jakarta Creative Hub, Rabu (7/2/2018).

"Nanti kedepannya saling merangkul dengan Kabupaten dan Kota di wiliayah hulu untuk bagaimana kita bisa kerjasama sehingga tidak menumpuk semuanya (sampah) di DKI," katanya.

Ribuan ton sampah yang hanyut terbawa arus air ketika banjir melanda beberapa wilayah di DKI Jakarta menyebabkan sampah berserakan dimana-mana.

Rekomendasi Untuk Anda

Total Dinas Kebersihan mengangkut 1500 ton sampah yang datang dari Katulampa.

Baca: Pimpinan Majelis Talim Al Afaf Beri Dukungan Moril ke Kapolri Hingga Teteskan Air Mata

Sandi meminta segala pihak untuk bekerjasama dengan baik, karna meski DKI memiliki infrastruktur untuk mengtasi hal tersebut. Volume sampah yang tinggi terlalu sulit untuk diatasi.

"Memang kita punya infrastrukturnya tapi tambahan 1500 ton itu kan lebih dari 20% sampah," ujar Sandi.

"sampah yang biasa kan kita tangani yakni 7000 ton perhari kalo 1500 kan 20% lebih, kita gak akan cukup infrastukturnya jadi ini butuh kerjasama dan kita minta shiftnya ditambah jangan sampai ini nanti tambahan 1500 ton ini tidak tertangani dengan baik," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas