Tribun

Jalani Sidang di PN Tangerang, Terdakwa Kasus Perakitan Senjata Api Tolak Gugatan Jaksa

Beberapa nota keberatan yang dimaksud terbagi atas tiga poin yakni, tim kuasa hukum menilai dakwaan tidak memuat secara lengkap identitas terdakwa

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Jalani Sidang di PN Tangerang, Terdakwa Kasus Perakitan Senjata Api Tolak Gugatan Jaksa
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Suasana persidangan Ahmad Rizki Amrillah (44) saat menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (27/8/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Hari ini terdakwa kasus perakitan senjata api dan bahan peledak Ahmad Rizki Amrillah (44) di Cipondoh Kota Tangerang, menjalani sidang keduanya di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang tersebut, pengacara terdakwa, Erlangga Swadiri menyebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak tepat dalam membacakan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa saat sidang pembacaan nota keberatan.

Baca: Pria di Cipondoh Buat Senjata Api Rakitan dan Bahan Peledak Lalu Dipasarkan di Media Sosial

"Menilai bahwa surat dakwaan penuntut umum, telah gagal dalam memberikan kejelasan mengenai perbuatan materiil yang terdakwa lakukan," ujar Erlangga di ruang 6 Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (5/9/2018).

Menurut dia beberapa nota keberatan yang dimaksud terbagi atas tiga poin yakni, tim kuasa hukum menilai dakwaan tidak memuat secara lengkap identitas terdakwa.

Seperti nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir atau umur, jenis kelamin, kebangsaan, tempat tinggal, agama dan pekerjaan.

"Dalam dakwan penuntut umum bagian Identitas Terdakwa disebutkan bahwa terdakwa bertempat tinggal di Gondrong Nomor 54 A RT 03 RW 06 Kelurahan Gondrong Kecamatan CPDH Kota Tangerang. CPDH itu dimana?" tutur Erlangga.

Dia menegaskan secara administratif Kota Tangerang terbagi dari 13 kecamatan dan tidak ada kecamatan CPDH melainkan Cipondoh.

Poin selanjutnya, dakwaan yang dibacakan tidak menyebutkan tempat dan waktu kejadian tindak pidana terjadi.

Erlangga melanjutkan, pada poin ketiga, dakwaan tidak disusun secara cermat, rapih, dan lengkap mengenai uraian tindak pidana yang didakwakan kepada Rizki.

"Semua unsur delik yang dirumuskan dalam pasal pidana yang didakwakan harus cermat disebut satu per satu," terang Erlangga.

Halaman
12
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas