Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hoaks Ratna Sarumpaet, Polisi Panggil Lagi Dahnil Anzar, Nanik Deyang hingga Said Iqbal

"Ya kita akan memanggil (kembali) Said Iqbal, Dahnil, Nanik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Hoaks Ratna Sarumpaet, Polisi Panggil Lagi Dahnil Anzar, Nanik Deyang hingga Said Iqbal
Eri Komar Sinaga/Tribunnews.com
Danhil Anzar Simanjuntak 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang sebelumnya pernah diperiksa terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet.

Mereka yang bakal diperiksa kembali diantaranya Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua KSPI Said Iqbal, dan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Nanik S Deyang.

"Ya kita akan memanggil (kembali) Said Iqbal, Dahnil, Nanik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (25/10/2018).

Baca: Tanpa Keterangan Ratna Sarumpaet, Bawaslu Simpulkan Proses Pengusutan Kasus Dugaan Kampanye Hitam

Argo mengungkapkan bahwa ketiganya bakal diperiksa besok.

Pemeriksaan tersebut bakal dilakukan secara bersamaan.

"(Diperiksa) hari Jumat (26/10/2018) ya," ungkap Argo.

Baca: Satu Keluarga Tewas, Polisi Temukan Surat Wasiat: Aku Sudah Sangat Lelah, Maafkan Aku

Seperti diketahui, polisi menetapkan Ratna Sarumpaet tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dirinya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam.

Dia diciduk sebelum naik pesawat meninggalkan Indonesia.

Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan.

Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. Ratna juga terancam pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna yang menciptakan keonaran.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas