Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pesawat Lion Air Jatuh

RS Polri Sediakan Kopi, Teh, dan Mi Instan Bagi Keluarga Penumpang Lion Air JT 610

Pihak RS Polri juga menyediakan secara gratis berdus-dus mie instan bagi keluarga penumpang yang terus berdatangan sejak pagi.

RS Polri Sediakan Kopi, Teh, dan Mi Instan Bagi Keluarga Penumpang Lion Air JT 610
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Fasilitas kopi, teh, dan mie instan gratis yang disediakan di depan posko pelayanan ante mortem bagi keluarga penumpang pesawat Lion Air JT 610 di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Instalasi Pelayanan DVI (Disaster Victim Identification) Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi keluarga penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang hingga kini resah mencari keberadaan kerabatnya.

Salah satunya adalah menyediakan dispenser untuk air panas dilengkapi sejumlah kopi sachet, teh beserta gulanya.

Pihak RS Polri juga menyediakan secara gratis berdus-dus mie instan bagi keluarga penumpang yang terus berdatangan sejak pagi.

Baca: Saat Jokowi Tertunduk Pandangi Sepatu Bayi Milik Korban Pesawat Lion Air JT 610

Pantauan Tribunnews.com pada Selasa (30/10/2018) siang, fasilitas tersebut diletakkan di depan gedung Instalasi Pelayanan DVI tempat keluarga korban menyerahkan data ante mortem serta melakukan tes DNA untuk kepentingan identifikasi.

Fasilitas itu disiapkan oleh pihak RS Polri lantaran banyaknya keluarga korban yang datang pagi-pagi dan belum sempat sarapan.

Sejumlah pria juga tampak menyeduh kopi dan sambil berbincang satu sama lain.

“Saya berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB dan baru sampai sini pukul 07.00,” ujar Fitri, salah satu keluarga penumpang.

Fitri bersama ibunya mengaku harus datang pagi-pagi agar bisa menyampaikan data-data yang diperlukan untuk identifikasi korban, termasuk tes DNA.

Karena DNA korban harus dicocokkan dengan DNA milik anggota keluarga asli seperti orang tua, anak, dan pasangan agar bisa diidentifikasi.

“Selain itu kami bawa fotokopi KTP dan kartu keluarga,” jelas Fitri singkat.

Sementara itu hingga Selasa sore diketahui sudah ada 185 keluarga korban yang menyampaikan data ante mortem untuk identifikasi penumpang Lion Air JT 610 dari total 188 penumpang dan awak pesawat nahas tersebut.

Dan hingga Selasa sore juga RS Polri sudah menerima 26 kantong jenazah.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas