Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

YLKI Sebut Kompensasi dari PLN Imbas Pemadaman Listrik Tak Sebanding dengan Kerugian Pelanggan

Menurut YLKI, kompensasi yang diberikan oleh PLN itu tak sebanding dengan kerugian yang dialami pelanggan, ia pun berharap masayrakan menuntut haknya.

YLKI Sebut Kompensasi dari PLN Imbas Pemadaman Listrik Tak Sebanding dengan Kerugian Pelanggan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menyelesaikan pemasangan meteran listrik sebagai proyek LIStrik deSA (LISSA) di Desa Bukit Merdeka di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kamis (26/4/2018). Proyek LISSA yang dimulai pada Oktober 2017 ini diresmikan bersamaan dengan 20 titik listrik desa lainnya di Kalimantan Timur sebagai rogram kelistrikan untuk menerangi desa di seluruh pelosok Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM -- Wakil Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan, kompensasi yang diberikan PLN ibas padamnya listrik pada Minggu (4/8/2019) tak sebanding dengan kerugian yang diderita pelanggan.

Untuk itu, YLKI mendorong warga untuk menuntut ganti rugi secara nyata, bahkan kalau perlu melalui jalur hukum.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube metrotvnews, Sudaryatmo mengatakan, kejadian seperti ini pernah terjadi pada tahun 2005 lalu.

"Jadi kalau dari sisi regulasi yang ada itu kalau pemadaman itu konsumen berhak mendapat kompensasi dan itu juga sudah dilakukan PLN ketika pemadaman tahun 2005 terhadap 300 pelanggan dari 3,1 juta pelanggan terdampak sebesar 879 juta," jelasnya.

Ia pun menegaskan kalau kompensasi yang diberikan itu tidak sebanding dengan kerugian yang dialami.

"Tapi kalau kita nilai, kompensasi yang diberikan PLN dengan kerugian yang real yang dialami konsumen itu memang tidak sebanding, karena YLKI berpendapat bahwa konsumen itu tetap berhak untuk menuntut sesuai kerugian real yang diderita konsumen," katanya.

Ia juga menjelaskan kalau kerugian yang dialami masing-masing konsumen pasti berbeda-beda.

"Baik itu pelanggan rumah tangga maupun pelanggan industri yang tiap konsumen itu nilai kerugiannya bisa berbeda-beda," tambahnya.

Pun dengan kompensasi yang diberikan pada tahun 2005, menurut dia masih tak sebanding.

Halaman selanjutnya

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: TribunnewsBogor.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas