Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ganjil Genap

Ratusan Pengemudi Taksi Daring Protes Perluasan Ganjil-Genap di Depan Balai Kota DKI

Puluhan polisi juga sudah disiagakan, berbaris di depan gerbang untuk menghalau kemungkinan akis berujung anarkis.

Ratusan Pengemudi Taksi Daring Protes Perluasan Ganjil-Genap di Depan Balai Kota DKI
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
demo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan massa pengemudi taksi daring menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur DKI Anies Baswedan, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (19/8) siang. Mereka memprotes kebijakan perluasan ganjil-genap di 16 ruas jalan Ibu Kota.

Pantauan Tribunnews.com, demonstran dalam penyampaian pendapatnya memakan sebagian ruas jalan. Hal itu berakibat, arus lalu lintas sedikit tersendat.

Puluhan polisi juga sudah disiagakan, berbaris di depan gerbang untuk menghalau kemungkinan akis berujung anarkis.

Dalam aksinya, para demonstran menganggap kebijakan perluasan ganjil-genap yang saat ini temgah diuji coba, memberatkan mereka dalam mencari nafkah. Sebab saat ini baru taksi konvensional berplat kuning yang diizinkan melintas dan tak terkena kebijakan tersebut.

Baca: Penumpang Pesawat Ini Lakukan Hal Jorok dengan Kakinya

"Hal tersebut sangat memberatkan kami selaku Pengemudi transportasi berbasis aplikasi," ujar salah seorang orator di lokasi, Senin (19/8/2019).

Pemprov DKI diminta menuruti usulan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengizinkan taksi daring beroperasi dalam zona ganjil-genap sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 (PM.118).

Berkenaan dengan itu, mereka meminta Pemprov DKI segera mengeluarkan stiker penanda khusus untuk para pengemudi taksi daring supaya terbebas dari kebijakan ganjil-genap.

Baca: Menristek Dikti Berharap Tak Ada Demo Menutup Kampus di Papua

Namun, mereka meminta stiker penanda tersebut diberikan kepada para pengemudi taksi daring yang sudah memenuhi persyaratan sesuai PM 118.

Selain menuntut angkutan sewa khusus bebas beroperasi di kawasan ganjil-genap, mereka juga menolak penandaan yang merubah Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Massa juga meminta dalam penggodokan evaluasi kebijakan ganjil-genap, Pemprov DKI turut merangkul organisasi pengemudi angkutan sewa khusus.

Baca: Gubernur dan Wagub Papua Barat Minta Wakil Wali Kota Malang Cabut Pernyataan dan Minta Maaf

"Melibatkan kami, organisasi yang menaungi para pengemudi angkutan sewa khusus dalam tim evaluasi perluasan ganjil-genap," ungkap dia.

Hingga berita ini ditulis, massa masih berkerumun di depan Balai Kota DKI dan meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk datang dan menemui mereka.

"Keluar, keluar, keluar (Kadishub keluar)," ujar massa.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Ganjil Genap

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas