Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

ACT Bangun Sumur Bur untuk Warga Cibarusah yang Terdampak Kekeringan

Pembangunan sumur ini merupakan bagian dari program besar ACT dalam membantu warga korban kekeringan

ACT Bangun Sumur Bur untuk Warga Cibarusah yang Terdampak Kekeringan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun sumur bor di Kampung Gempol 2, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI  - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membangun sumur bor di Kampung Gempol 2, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sumur ini merupakan bagian dari program yang disebut Sumur Wakaf untuk warga langganan kekeringan.

Peletakan batu pertama pembangunan Sumur Wakaf dilakukan oleh Kepala Cabang ACT Bodetabek,  Catur Widodo dan Kepala Desa Ridogalih Komarudin pada Kamis, (22/8/2019).

"Pembangunan Sumut Wakaf ini kita tergetkan tiga bulan selesai dan bisa langsung dimanfaatkan oleh warga sekitar," kata Catur kepada TribunJakarta.com.

Pembangunan sumur ini merupakan bagian dari program besar ACT dalam membantu warga korban kekeringan.

Kedepan, akan lebih banyak lagi titik sumur bor yang akan dibangun untuk bisa dimanfaatkan warga saat kekeringan melanda.

Baca: Sedekah Air ke Warga Cibarusah, ACT Kirimkan 13 Mobil Truk Tangki

"Kalau titiknya bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat, kita menggunakan teknologi geolistrik untuk melihat peluang airnya," jelas dia.

Mayoritas warga Cibarusah memang belum memanfaatkan air sumur bor sebagai sumber mata air utama. Mereka sehari-hari memanfaatkan air hujan menggunakan embung untuk menampung air yang dibuat dirumah-rumah warga.

Ketika kemarau tiba, embung milik warga mengering sehingga mereka mengalami krisis air. Beberapa diantara mereka terpaksa mengambil air dari kali yang saat ini kondisi juga kian surut akibat kemarau berkepanjangan.

"Untuk program wakaf sumur ini kita satu paket dengan MCK (Mandi Cuci Kaki) senilai Rp 50 juta," paparnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas