Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Motif Dosen IPB Siapkan Bom Ikan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden, Polisi Jelaskan Rencananya

"Dan target utama atau tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai Presiden," katanya

Motif Dosen IPB Siapkan Bom Ikan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden, Polisi Jelaskan Rencananya
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menunjukan barang bukti pada konferensi pers ungkap kasus narkoba di halaman Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019). Kepolisian mendapatkan beberapa bukti dari penangkapan tersangka Daffa dan tiga rekannya berupa plastik berisi sabu seberat 0,73 gram, satu buah cangklong, satu buah bong, dan satu buah telepon genggam. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto mengungkapkan motif utama dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith menyiapkan 29 bom ikan berisi paku.

Dari hasil pemeriksaan, puluhan bom tersebut untuk menggagalkan pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI.

Baca: Pertama Kali dalam 40 Tahun, Pemerintah Iran Izinkan Wanita Menonton Laga Bola di Stadion

Caranya, kata Suyudi, adalah dengan membuat kerusuhan yakni meledakkan bom ikan berisi paku di sepanjang wilayah Grogol sampai dengan Roxy, Jakarta Barat.

Menurut Suyudi, saat aksi Mujahid 212, Abdul Basith dibantu delapan rekannya membawa misi menurunkan Jokowi sebagai presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK.

"Dan target utama atau tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai Presiden," katanya.

Ilustrasi bom ikan atau bondet
Ilustrasi bom ikan atau bondet (TribunJatim.com/ ist)

Suyudi mengatakan dari pemeriksaan terhadap 9 tersangka yang mereka bekuk temasuk Abdul Basith, diketahui bahwa mereka berencana membuat kerusuhan di Jakarta dengan tujuan utama menggagalkan pelantikan presiden terpilih, Joko Widodo.

"Jadi tahapan rencana mereka setelah kerusuhan tercipta yakni menurunkan presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK.

Lalu terakhir yang menjadi target utama mereka adalah membatalkan pelantikan presiden terpilih," kata Suyudi.

Seperti diketahui Abdul Basith ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Tangerang pada Jumat (27/9/2018). Di sana didapati 29 bom berisi paku.

Selain Abdul, polisi menangkap 8 tersangka lain, salah satunya pensiunan TNI AL Sony Santoso. Mereka saat ini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas