Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kali Ciliwung Meluap, 1.091 Jiwa di Jaksel dan Jaktim Mengungsi

DKI Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan sejak Kamis (20/2) malam hingga Jumat (21/2) pagi. Hal ini menyebabkan terjadi luapain di Kali Ciliwung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kali Ciliwung Meluap, 1.091 Jiwa di Jaksel dan Jaktim Mengungsi
Alex Suban/Alex Suban
Warga beraktivitas di lingkungan RW 07 Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang terendam banjir, Sabtu (8/2/2020). Kawasan permukiman ini terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi dan luapan Sungai Ciliwung. Warta Kota/Alex Suban 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- DKI Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan sejak Kamis (20/2) malam hingga Jumat (21/2) pagi. Hal ini menyebabkan terjadi luapain di Kali Ciliwung.

Dalam rekap data banjir Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta pada Jumat, 21 Februari 2020, pukul 6.00 WIB, sekitar 1.091 jiwa dari 311 kelompok keluarga mengungsi di 10 lokasi pengungsian.

Ribuan warga yang mengungsi terkonsentrasi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Kedua wilayah ini paling besar terdampak banjir. Total ada 61 RT dan 18 RW dari 5 kecamatan tergenang air.

Di Jaksel, sebanyak 17 RT dan 8 RW terdampak. Ada 489 jiwa dari 124 KK terpaksa mengungsi di 5 lokasi, karena pemukiman mereka digenangi air setinggi 10 - 70 cm.

Baca: Akibat Aliran Sungai Cibodas Meluap karena Hujan Deras, Jalur Cibodas-Nunuk di Majalengka Ambles

Baca: Puluhan Rumah Terendam Banjir, Ratusan Warga Medan Selayang Terpaksa Mengungsi

Sementara di Jaktim, ketinggian air 5 - 80 cm membuat 602 jiwa dari 187 KK tinggal di 5 tempat pengungsian. Sebanyak 43 RT dan 9 RW terdampak genangan air ini.

Adapun penyebab banjir lantaran terjadi luapan Kali Ciliwung dan curah hujan tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Luapan Kali Ciliwung dan curah hujan tinggi," ujar Kapusdatin BPBD DKI M. Insaf dalam keterangannya, Jumat (21/2/2020).

Saat ini BPBD DKI berkoordinasi dengan Dinas SDA DKI dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk menyurutkan air di titik - titik lokasi terdampak. Pasokan makanan jadi kebutuhan mendesak warga di lokasi pengungsian.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas