Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir di Jakarta

Banjir Selasa Kemarin, Pusat Bisnis Jakarta Merugi Rp56 Miliar

kegiatan bisnis di Jakarta merugi hingga Rp56,7 miliar akibat banjir yang melanda ibu kota, Selasa (25/2) kemarin.

Banjir Selasa Kemarin, Pusat Bisnis Jakarta Merugi Rp56 Miliar
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Ketua HIPPI Sarman Simanjorang di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jumat (28/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) memperkirakan kegiatan bisnis di Jakarta merugi hingga Rp56,7 miliar akibat banjir yang melanda ibu kota, Selasa (25/2) kemarin.

Penyebabnya karena banyak kios terpaksa tutup, lantaran akses jalan terputus hingga kemacetan.

"Total kerugian transaksi pusat bisnis kurang lebih Rp56.728.500.000," ungkap Ketua HIPPI Sarman Simanjorang di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jumat (28/2/2020).

Kerugian itu secara detail dijelaskan Sarman meliputi pertokoan ritel yang alami penurunan jumlah pembeli sampai 50 persen. Sebanyak 400 dari total 1.000 toko ritel di Jakarta tutup.

Baca: Inden Menumpuk, Suzuki Jimny Segera Diproduksi di India

Sarman menghitung, jika setiap toko ritel umumnya didatangi 80 orang dan masing-masing dari mereka berbelanja Rp250 ribu, artinya ada 16 ribu orang tak berbelanja pada hari itu. Terjadi kerugian transaksi sebesar Rp4 miliar.

"Itu artinya taksiran kerugian transaksi sekitar Rp4 miliar pada toko ritel," ungkapnya.

Sekitar 20 pasar tradisional juga disebut merugi karena terdampak banjir. Jika 2.500 kios yang ada di tiap pasar umumnya punya omzet Rp500 ribu per hari, maka kerugian mencapai Rp1,25 miliar.

Adapun 3.957 restoran di Jakarta juga diperkirakan merugi Rp1,97 miliar karena mengalami penurunan omzet 50 persen pada hari Selasa kemarin.

Sarman juga menyebut setidaknya ada dya pusat bisnis lumpuh karena banjir. Yakni di kawasan Glodok - Mangga Dua. Dengan total kerugian mencapai Rp31,5 miliar.

Baca: Sekda Jangan Asal Menutupi Kesalahan Gubernur Anies Dengan Cara-cara yang Menyakiti Rakyat

Kawasan Kelapa Gading juga terdampak kehilangan transaksional harian cukup signifikan. Setidaknya ada sembilan (9) pusat bisnis atau 80 persen, tutup. Kerugian transaksi ditaksir Rp18 miliar.

Hanya Sarman menjelaskan hitung-hitungn kerugian ini belum termasuk transaksi dari sektor transportasi umum seperti TransJakarta, KRL Commuter Line, hingga taksi konvensional. Taksiran kerugian juga belum menghitung dampak dari bisnis jasa logistik.

"Kerugian ini belum termasuk sisi transportasi dan logistik. Seperti gojek, taksi, transportasi umum," pungkas Sarman.

Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas