Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Poin-poin Imbauan dari Keuskupan Agung Jakarta kepada Umat dalam Merespon Pandemi Covid-19

Ia mengatakan gereja katolik dan umat katolik Indonesia senantiasa mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah

Poin-poin Imbauan dari Keuskupan Agung Jakarta kepada Umat dalam Merespon Pandemi Covid-19
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di Gereja GBI Altar Filadelfia, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020). Penyemprotan disinfektan tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo V. Adi Prasojo Pr. menyampaikan beberapa poin mengenai dukungan gereja terhadap penanganan virus corona atau Covid-19.

Setelah menyepakati dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19, Rm Adi Prasojo menyatakan beberapa poin dukungan Gereja Katolik Indonesia.

Ia mengatakan  gereja katolik dan umat katolik Indonesia senantiasa mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah.

“Gereja katolik Indonesia merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia siap bersama-sama melakukan bela negara dan cinta tanah air,” ujar Romo Adi dalam siaran persnya, Sabtu (21/3/2020).

Baca: Imbas Virus Corona, Lebih dari 300 Ribu Karyawan di DKI Jakarta Bekerja dari Rumah

Romo Adi Prasojo mengimbau seluruh keuskupan di Indonesia diharuskan untuk meniadakan misa peribadatan harian maupun mingguan dan semua ritual peribadatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang, baik di tingkat paroki, lingkungan, wilayah dan sebagainya mulai 21 Maret hingga 3 April 2020.

Sesudah periode tersebut, gereja katolik Indonesia akan mengevaluasi sesuai kebijakan dan arahan dari pemerintah.

Sebagai dukungan terhadap pemerintah, Romo Adi mengatakan bahwa rumah-rumah sakit dan tenaga medis lain akan mengambil bagian sebagai sukarelawan untuk membantu pemerintah melawan Covid – 19.

“Ormas-ormas katolik, seperti Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia serta universitas-universitas katolik, lembaga dan elemen katolik lain menyediakan diri untuk menjadi relawan mendukung pemerintah bersama-sama menghadapi wabah Covid – 19,” ujar Romo Adi.

Terakhir, Romo Adi menyampaikan kesiapsediaan para cendikiawan dan ilmuwan katolik untuk ikut memberikan sumbang-saran kepada pemerintah dalam melawan Covid-19.

Romo Adi Prasojo menyampaikan pernyataan gereja katolik setelah bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Doni Monardo mengharapkan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.

Masyarakat diharapkan dapat menyadari bahaya wabah Corona sehingga mereka mampu melakukan berbagai macam upaya untuk mencegah dan memitigasi.

“Diharapkan korban jiwa dapat dikurangi,” kata Doni.

Di samping itu, Doni menyampaikan bahwa Gereja Katolik Indonesia memberikan bantuan dalam penanganan Covid -19.

Bantuan tersebut berupa dukungan dokter yang dapat menjadi bagian dari tim sukarelawan dan sejumlah rumah sakit katolik untuk pasien Covid – 19.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas