Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Suami Di-PHK, Mida Terpaksa Jadi Pemulung, Anak-anaknya Tidur di Gerobak

Pasalnya, suami Mida harus menerima kenyataan pahit setelah mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran telat berangkat ke tempat kerja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Suami Di-PHK, Mida Terpaksa Jadi Pemulung, Anak-anaknya Tidur di Gerobak
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Mida bersama anak bungsu dan ke-empatnya ketika dijumpai di Jalan Raya Margonda, Beji, Kota Depok, Kamis (30/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Pandemi corona atau covid-19 membawa dampak langsung kepada masyarakat.

Ribuan orang diberhentikan dari pekerjaannya akibat perusahaan tempat bekerja tak bisa beroperasi karena mengalami kerugian.

Beberapa diantara korban PHK itu akhirnya kerja serabutan demi menyambung hidup.

Adapula yang pendapatannya semakin menurun akibat wabah corona.

Begitu pula dengan kisah Mida, ibu empat anak ini.

Dia terpaksa jadi pemulung barang-barang bekas demi menyambung hidup keluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mengajak serta anak-anaknya.

Si sulung masih menangis menjerit-jerit di pinggir jalan, sementara anak ke-2 dan ke- 3 Mida (29) sedang asik lari-larian di pinggir Jalan Raya Margonda, Beji, Kota Depok.

Di dalam gerobak, nampak si bungsu yang berusia sembilan bulan sedang melahap biskuit, dan anak ke-4 sedang tertidur pulas ditemani gerungan suara kendaraan yang melintas.

Ditemui wartawan TribunJakarta.com, Mida berujar dirinya terpaksa membawa lima anaknya yang masih kecil ikut memulung, lantaran tak ada yang merawatnya jika ditinggalkan di kontrakan.

"Kalau ditinggal kan gak ada yang ngerawat, saya mulung, suami juga mulung," ujar Mida sambil mengenakan masker berwarna pinknya di tepi Jalan Raya Margonda, Kamis (30/4/2020).

Winda menuturkan dia memulung sejak lima bulan lalu.

Sebelumnya, kehidupannya sempat membaik saat suaminya diterima bekerja di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Namun, kehidupan yang sempat membaik itu hanya singkat dirasakan Mida dan keluarganya.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas