Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lebaran 2020

Polda Metro Jaya Imbau Warga Tidak Lakukan Tradisi Nyekar pada Lebaran Tahun Ini

Polda Metro Jaya telah mengintruksikan Polres hingga Polsek di wilayah hukumnya untuk menyampaikan sosialisasi untuk di rumah saja selama lebaran.

Polda Metro Jaya Imbau Warga Tidak Lakukan Tradisi Nyekar pada Lebaran Tahun Ini
Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah peziarah berdoa di makam keluarga mereka seusai salat Idul Fitri di Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (25/6/2017). Umat muslim setempat melakukan tradisi nyekar ziarah kubur yang dilakukan saat Lebaran untuk mendoakan sanak keluarga mereka yang telah meninggal dunia. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengimbau warga Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang untuk tidak melakukan tradisi nyekar dalam hari raya idul fitri 1441 H.

Hal itu menyusul aturan pemerintah terkait larangan berkumpul di tempat keramaian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya memang tak melarang secara resmi terkait tradisi nyekar.

Namun, ia mengimbau masyarakat tetap di rumah selama lebaran.

"Kita imbau sesuai kebijakan, sabar aja. Solat aja enggak kok. Kita imbau sebaiknya jangan dan saya tidak bilang dibolehkan. Kita imbaulah sebaiknya tidak usah, salat saja di rumah saja," Yusri kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Yusri menambahkan, Polda Metro Jaya telah mengintruksikan Polres hingga Polsek di wilayah hukumnya untuk menyampaikan sosialisasi untuk di rumah saja selama lebaran.

"Polsek-polsek sudah himbau semuanya juga kepada masyarakat bersama-sama dari temen-temen Satpol PP dari TNI, kita himbau lah mereka-mereka. Sudah biasa kok kaya gini," jelasnya.

Namun demikian, Yusri meyakini masyarakat telah paham dengan kondisi dunia yang tengah dilanda pandemi virus Corona.

Sebaliknya banyak masyarakat yang telah paham untuk menjauhi tempat keramaian untuk mengurangi risiko penularan.

"Masyarakat sudah mengerti juga bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini kan jarang berkumpul," pungkasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas