Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ancam Sebarkan Video Call Sex, Napi Lapas di Riau Peras Perempuan Belasan Juta

Kini ia jadi tersangka dalam kasus tindak pidana pornografi dan informasi transaksi elektronik (ITE).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ancam Sebarkan Video Call Sex, Napi Lapas di Riau Peras Perempuan Belasan Juta
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan di Riau berhasil menjerat seorang wanita bersuami dengan menguasai rekaman video call pribadi lalu memerasnya.

Napi bernama Ibrahim Purba (26), ini meminta sejumlah uang atau akan mempublish isi rekaman.

Ia mampu memeras wanita tersebut hingga belasan juta hingga akhirnya dilporkan.

Kini ia jadi tersangka dalam kasus tindak pidana pornografi dan informasi transaksi elektronik (ITE).

Baca: Jokowi Tidak Akan Tolelir Aparat yang Peras Pengusaha dan Masyarakat

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan Ibrahim berpura-pura menjadi anggota Polri lalu menipu perem puan lewat Facebook.

Awalnya napi kasus penyalahguna narkotika ini meminta korban memberikan nomor handphone lalu menggodanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah korban terpikat, Ibrahim yang berkomunikasi menggunakan IPhone 7 seludupan mengajak korban melakukan video call sex.

Video call sex yang digunakan Ibrahim untuk bermasturbasi di sel itu direkam secara diam-diam lalu digunakan untuk mengancam korban.

Ibrahim meminta korban mentransfer sejumlah uang ke satu rekening bila tidak ingin video call sex tersebut disebarkan di Internet.

Baca: Nasib Oknum Polisi yang Peras Turis Jepang di Bali

Sebelum diringkus, rentan tanggal 1 hingga 7 Juli 2020 lalu Ibrahim mendapat Rp 16.8 juta dari korbannya yang merupakan warga Jakarta Timur.

Lantaran Ibrahim terus meminta korban mentransfer uang korban melapor ke Satreskrim Polrestro Jakarta Timur yang langsung melakukan penyelidikan.

Setelah mengetahui Ibrahim merupakan napi Lapas Riau, penyidik berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau.

Ibrahim ditangkap lalu digelandang ke Mapolrestro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan dan akhirnya mengakui perbuatannya.

Baca: Peras 63 Kepala Sekolah, 3 Oknum Pejabat Kejari Indragiri Hulu Kantongi Uang Rp 650 Juta

Dari hasil pemeriksaan, Ibrahim yang belum genap dua tahun mendekam Lapas Riau sudah tiga kali melakukan aksi serupa.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas