Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cerita Bocah Dicekoki Miras Dipaksa Mengemis Sampai ke Telinga Mensos, Bakal Dilaporkan ke Polisi

Kemensos turun tangan tangani tiga bocah korban eksploitasi remaja bertato di Tambora, Jakarta Barat, jika bukti kuat kasus akan dilaporkan ke polisi.

Cerita Bocah Dicekoki Miras Dipaksa Mengemis Sampai ke Telinga Mensos, Bakal Dilaporkan ke Polisi
Warta Kota/Desy Selviany
Tiga anak yang ditemukan terlantar di Tambora, Jakarta Barat sudah dibawa ke shelter GOR Cengkareng, Rabu (11/11/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penderitaan tiga bocah korban eksploitasi remaja bertato di Tambora, Jakarta Barat sampai di telinga Menteri Sosial.

Ramai diberitakan di media massa, Kementerian Sosial langsung turun tangan menangani kasus tiga bocah korban eksploitasi yang ditemukan di kolong jembatan Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat.

Mereka mengaku dipaksa ngelem, mengkonsumsi minuman keras, mengemis dan disuruh mencuri.

Pekerja Sosial Anak dari Kementerian Sosial RI Nurmansyah mengatakan, langkah yang terdekat yakni menempatkan ketiga bocah itu ke rumah aman.

Diketahui, ketiga bocah korban eksploitasi yakni RR (10) serta kakak beradik RM (9) dan N (5) berada di GOR Cengkareng, Jakarta Barat, setelah ditemukan oleh petugas PPSU Roa Malaka di kolong jembatan Pasar Pagi pada Senin (9/11/2020).

"Pertama kami pasti assessment kebutuhan anak apa, jadi kami liat anak itu traumanya gimana. Nanti itu ada takarannya, ada indikatornya disitu," ujar Nurmansyah saat dikonfirmasi, Rabu (11/11/2020).

Tiga anak yang ditemukan terlantar di Tambora, Jakarta Barat sudah dibawa ke shelter GOR Cengkareng, Rabu (11/11/2020)
Tiga anak yang ditemukan terlantar di Tambora, Jakarta Barat sudah dibawa ke shelter GOR Cengkareng, Rabu (11/11/2020) (Warta Kota/Desy Selviany)

Dari pemeriksaan sementara di GOR Cengkareng, RR mengaku merupakan yatim piatu yang tinggal di kolong jembatan Senen.

Disanalah, dia bertemu dengan remaja yang mengeksploitasinya untuk ngelem, mengemis dan mencuri.

Sementara itu, RM dan N mengaku memiliki orangtua yang tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Nanti kita disitu kita kasih dukungan psikologi, psikososial, kebutuhan sandang pangan kita penuhi di rumah aman," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas