Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Sejumlah Kepala Daerah Siap Jadi yang Pertama Divaksin, Ada yang Terganjal Pernah Positif Covid-19

Sejumlah kepala daerah siap jadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 di wilayahnya, ada beberapa yang terganjal karena pernah positif Covid-19

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sejumlah Kepala Daerah Siap Jadi yang Pertama Divaksin, Ada yang Terganjal Pernah Positif Covid-19
Lionel BONAVENTURE / AFP
Foto yang diambil pada 7 Oktober 2020 ini menunjukkan jarum suntik pada ilustrasi yang mewakili Covid-19 (novel coronavirus), di Toulouse, Prancis barat daya. 

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, tenaga kesehatan yang telah terdaftar harus bersedia untuk divaksinasi.

"Kalau nakes wajib divaksin, akan baik buat diri dia sendiri maupun bagi orang lain," kata Rahmat saat dikonfirmasi, Rabu (6/1/2021).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI)

Saat ditanyakan siapa orang pertama yang bakal disuntik vaksin di Kota Bekasi, Rahmat menyatakan kesediaannya.

"Kalau ke saya (yang pertama) juga boleh, kapan saja boleh," ungkapnya.

Meski begitu, Rahmat lebih memprioritaskan agar vaksin diberikan oleh para tenaga kesehatan.

"Tapi kan harusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan bahwa pemimpin harus divaksin duluan, sementara nakesnya belakangan. Tinggal melihatnya dari sisi mana," ujar Rahmat.

Mendahulukan nakes untuk divaksin Covid-19, sambung Rahmat, merupakan mandat dari pemerintah pusat sehingga ia pun bersedia apabila divaksin di kesempatan lain.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau saya sih melihatnya, jangan dianggap nanti takut, yang penting dulu, siapa yang setiap hari berhubungan dengan pandemi. Berarti kan tenaga kesehatan," tutur Rahmat. (tribun network/thf/Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com/TribunJakarta.com)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas