Tribun

Jakarta Selalu Memesona, Dari Pusat Grosir Kacamata Hingga Jam Tangan Lusinan

Sejak lama Jakarta selalu punya cerita. Boleh dibilang Jakarta kini punya julukan surganya belanja.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Jakarta Selalu Memesona, Dari Pusat Grosir Kacamata Hingga Jam Tangan Lusinan
IST
Pedagang aksesoris di Pusat Grosir Senen Jaya, Pasar Senen, Jakarta Pusat. Di sini ragam aksesoris bisa didapatkan dengan harga sangat miring. 

Suparman menjelaskan, pelanggannya kebanyakan adalah para pedagang jam tangan dan kacamata yang menjual secara eceran. Mereka datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Paling banyak dari Jawa Timur, Madura, Sumatra dan Sulawesi. Umumnya mereka membeli dalam jumlah partai besar.

Setiap hari ada 7.000-8.000 pengunjung yang datang. Sebelum pandemi jumlahnya bahkan lebih dari 20.000 pengunjung per hari. “Sekali belanja langsung banyak karena di daerahnya dijual lagi. Rata-rata mereka sudah punya toko langganan, jadi sudah tahu daftar belanjanya apa saja,” terangnya.

Baca juga: Selesai Direvitalisasi, Pasar Senen Kini Makin Menawan dan Instagrammable!

Di Lantai Dasar, Senen Jaya Blok IV kita bisa menemukan banyak pedagang yang menjajakan ratusan bahkan ribuan jam tangan beraneka gaya. Jam tangan dengan karakter superhero dan kartun lucu untuk anak-anak dipajang menggantung di dinding konter. Jumlahnya lebih dari 1.000 pcs.

Warnanya rupa-rupa dan menyolok. Ada pink, oranye, merah, ungu, biru muda, hijau, hitam, putih kuning dan banyak lagi. Agar terlihat menarik, setiap jam dikemas dengan plastik bening. Yang model begitu dibanderol termurah Rp 5.500/pcs. Ini berbeda dengan jam tangan berbagai gaya dengan merek-merek terkemuka seperti Casio G-Shock dan Swiss Army, yang ditata rapi dan menawan di dalam etalase kaca. Harganya mulai Rp450 ribu sampai jutaan rupiah.

“Pembeli dan pedagang di sini sudah sama-sama paham kualitas barang yang dijual. Mau cari yang KW ada, yang branded juga ada. Jadi gak ada tipu-tipu. Pedagang juga ngejar mode atau trennya, bukan kualitas. Makanya harga bisa lusinan,” jelas Viko, salah satu penjual jam tangan yang sudah sejak 1992 beroperasi di Senen Jaya ini.

Gudangnya Reseller

Di Blok IV juga mudah ditemukan produk kacamata yang menghampar riuh dari lantai dasar, lantai 1, 2 dan 3. Mau cari kacamata jenis apa saja ada. Mulai dari kacamata baca, gaya dan hitam (sunglasses). Harganya variatif tergantung mutu barang. Fabian (31) salah seorang pedagang kacamata di Blok IV Lantai 1 mengatakan, umumnya kios-kios kacamata di Blok IV Senen juga menjual segala pernik dan aksesorisnya. Diantaranya seperti frame, lensa, anti blue ray dan lainnya. Bahkan, beberapa kios melayani tes kesehatan mata.

“Harganya juga miring. Di toko optic paling sedikit harus mengeluarkan duit Rp300-400 ribu untuk lensa dan frame dengan mutu paling rendah. Tapi kalau beli di sini, dengan kualitas yang sama seperti di toko optic harganya Rp50 ribu untuk frame baru, atau Rp80 ribuan untuk lensa minus dan plus,” kata Fabian.

Harga jam tangan maupun kacamata yang ditawarkan di Blok IV Senen memang sudah terkenal murah meriah. Bahkan, sebuah merek kacamata yang ditawarkan di situs dengan harga Rp350 ribu bisa diperoleh di Blok IV Senen dengan harga Rp70 ribu saja.

“Banyak banget pedagang musiman, biasanya mereka habis masa kontrak kerjanya dan beralih sebagai reseller kacamata atau jam tangan. Belanjanya di Senen. Nanti tinggal mereka kemas menarik dan dijual secara online. Banyak yang begitu karena cuannya lumayan,” ujar Fabian.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas