Laporan Pemotongan BST oleh Warga Klapanunggal Berujung pada Ancaman, Polres Bogor Turun Tangan
Kronologi Warga Klapanunggal laporkan pemotongan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga dapat ancaman, kepolisian turun tangan melakukan pengusutan.
Penulis: Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, KLAPANUNGGAL - Setelah heboh warga Klapanunggal ramai-ramai laporkan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) ke kantor polisi.
Terkini mereka mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal atau OTK.
Polisi pun turun tangan menyelidiki laporan warga termasuk pihak yang melakukan pengancaman tersebut.
Polres Bogor Proses Laporan Warga Klapanunggal
Sejumlah warga Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor melapor ke Polres Bogor karena tak terima Bantuan Sosial Tunai (BST) mereka dipotong Rp 300 ribu.
Para warga yang mengeluhkan itu kini mengaku diancam di media sosial oleh orang tak dikenal.
Ancaman datang setelah mereka mendatangi kantor polisi untuk mengadu, Rabu (21/4/2021).
Baca juga: Titik Terang Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok
Baca juga: Pegawai BRI Cileungsi Tipu Nasabah, Gelapkan Dana Miliaran, Modusnya Undian Gebyar BRItama Palsu
Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan pihaknya akan segera memproses perkara tersebut.
"Nanti progresnya akan kami sampaikan," kata AKBP Harun kepada wartawan.
Dia menuturkan bahwa semua yang terlibat dalam perkara pemotongan BST akan dicek.
Dari situ, nanti akan ditentukan siapa yang akan dipanggil untuk diperiksa lebih lanjut.
"Semua orang yang terkait perkara tersebut, baik itu yang memotong maupun yang kesepakatan memotong itu juga dari siapa, itu nanti akan kita cek semuanya. Dari bahan tersebut siapa nanti yang kita panggil," katanya.
Proses pemanggilan ini, kata dia, akan dilakukan secepatnya.
"Pastilah kita proses, secepatnya. Nanti akan kita sampaikan lagi," pungkas Harun.