Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Perda DKI tentang Penanganan Covid-19 akan Diubah, Warga Tak Pakai Masker Bisa Didenda Rp 500 Ribu

Adapun Pasal 32A berisi tentang sanksi yang bakal diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan.

Perda DKI tentang Penanganan Covid-19 akan Diubah, Warga Tak Pakai Masker Bisa Didenda Rp 500 Ribu
/Jeprima
Pekerja seni berkostum badut mensosialisasikan penggunaan masker kepada pengendara bermotor yang melintas di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (12/7/2021). Kegiatan ini untuk mengajak para pengguna jalan untuk sama-sama menjaga protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di Jakarta. Mengingat angka kasus positif Covid-19 perhari ini (12/7) sebanyak 40.427 kasus baru, maka jumlah total kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini menjadi 2.567.630 kasus terkonfirmasi COVID-19. Tribunnews/Jeprima 

Lapiran Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengubah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2020 tentang Penanganan Covid-19.

Dalam draf perubahan yang diterima TribunJakarta.com, ada dua pasal yang mau disisipkan Anies dalam Perda tersebut, yaitu Pasal 32A dan 32B.

Adapun Pasal 32A berisi tentang sanksi yang bakal diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan.

Dalam Pasal 32A ayat 1 draf perubahan itu, Pemprov DKI menambahkan sanksi pidana bagi pelanggar aturan protokol kesehatan.

Baca juga: Dokter Reisa Sebut Ada 5000 Hoaks Tersebar Selama Pandemi, Salah Satunya Bahaya Masker untuk Anak

Kini, masyarakat yang ketahuan tak pakai masker saat beraktivitas di luar rumah bisa dipenjara selama tiga bulan dan denda paling banyak Rp 500 ribu.

Syaratnya, pelanggaran itu dilakukan berulang kali.

"Setiap orang yang mengulangi perbuatan tidak menggunakan masker setelah dikenakan sanksi berupa kerja sosial atau denda administratif, dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu)," bunyi aturan dalam draf itu dikutip TribunJakarta.com, Rabu (21/7/2021).

Kemudian, sanksi kurungan juga bakal diterapkan bagi tempat usaha hingga perkantoran yang berkali-kali melanggar protokol kesehatan.

Selain kurungan tiga bulan, denda maksimal Rp 50 juta juga bakal diberikan kepada tempat usaha hingga perkantoran yang melanggar protokol kesehatan.

"Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran/tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis dan tempat wisata yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan Covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin, dipidana dengan kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)," bunyi Pasal 32A ayat 2.

Draf perubahan Perda Nomor 2/2020 ini pun baru saja diserahkan Pemprov DKI Jakarta kepada DPRD DKI.

Penyerahan draf tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang dihelat di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Anies Mau Utak-atik Perda Covid-19, Warga Berulang Kali Tak Pakai Masker Bisa Dipenjara 3 Bulan

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas