Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Cerita Anggota Pemulasaran Jenazah Covid-19, Awalnya Takut Tapi Harus Memberanikan Diri

Menjadi bagian dari tim pemulasaaran jenazah pasien Covid-19 bukanlah perkara mudah.

Cerita Anggota Pemulasaran Jenazah Covid-19, Awalnya Takut Tapi Harus Memberanikan Diri
Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana pemakaman khusus jenasah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis(24/6/2021). TPU Rorotan memiliki luas 3 hektar dapat menampung sekitar 7.200 petak makam baru khusus jenazah Covid-19. Saat ini sudah terisi 900 makam. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Menjadi bagian dari tim pemulasaaran jenazah pasien Covid-19 bukanlah perkara mudah.

Virus Corona atau Covid-19 jadi ancaman serius.

Mereka melakukan pekerjaan berisiko tinggi dengan rasa cemas.

Ardi yang kini berusia 39 tahun adalah satu dari puluhan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) yang ditunjuk menjadi bagian dari tim pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

Aredi ditunjuk bersama 28 PPSU lainnya dari 152 orang jumlah PPSU Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi bagian petugas pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

Ardi, salah satu anggota PPSU Sunter Agung yang ditunjuk jadi bagian dari tim pemulasaran jenazah kasus Covid-19.
Ardi, salah satu anggota PPSU Sunter Agung yang ditunjuk jadi bagian dari tim pemulasaran jenazah kasus Covid-19. ()

Baca juga: 6 Istilah yang Dipakai Pemerintah untuk Atasi Pandemi Covid-19, Mulai dari PSBB hingga PPKM Level 4

Ketika pertama kali ditunjuk, Ardi merasakan ada ketakutan.

Bagaimana tidak, ia harus berhadapan dengan jenazah pasien kasus Covid-19.

Ketakutan Ardi cukup beralsan  yakni  khawatir terpapar virus corona.

“Awalnya takut, tapi saya harus beranikan diri,” ungkap Ardi  di Kantor Kelurahan Sunter Agung, Rabu (21/7/2021).

Ardi menceritakan dirinya pertama kali mengikuti pelatihan pemulasaran pada 29 Juni 2021 di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Namun hari itu juga dirinya langsung bertugas.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas