Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ade Armando Menegaskan Dirinya Adalah Orang yang Mendukung Soal Kebebasan Berekspresi

Ikatakan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (Ikami Sulsel) menggelar webinar nasional

Ade Armando Menegaskan Dirinya Adalah Orang yang Mendukung Soal Kebebasan Berekspresi
Dok. Ikami Sulsel
Suasana webinar nasional dengan tema 'Menguji Cuitan BEM UI; Dalam Sorotan Akademik dan Basis Data' yang berlangsung secara daring, Sabtu (24/7/21). 

Mantan Ketua BEM dan Politisi PSI, Faldo Maldini mengatakan soal cuitan BEM UI, sebenarnya sudah banyak yang disampaiakn buzer di medsos, bahkan pembahasaannya sudah jauh.

"Saya ingat Bapak presiden saat pidato omnibus law bagi saya itu sudah menjadi janjinya presiden. Untuk kasus omnibus law diprotes BEM UI, perlu saya tekankan bahwa itu masih on proses. Lalu soal uu ITE saya pikir itu masih berjalan juga prosesnya, jadi jagan dikatakan bahwa itu hanya janji saja," kata Faldo.

"Perlu dicatat oleh mahasiswa, KPK kenapa diubah UU nya, kenapa? Bukan untuk mengantikan polisi atau MK tapi untuk menguatkan KPK itu sendiri, sekarang kita liat KPK banyak menangkap pejabat yang korup," jelasnya.

"Lalu untuk kawan-kawan yang mau demontrasi, agar pikirkan kembali karena sekarang kuburan sudah penuh. Ibarat pearang serdadu kita sudah banyak yang mati. Kita banyangkan satu serdadu yang mati itu bisa mamtikan 10 orang," paparnya.

Sedangkan Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengatakan ciutan BEM UI menandakan kalau kita mundur dalam tataran demokrasi, bahkan tema yang diangkat dalam webinar ini sama dengan tema yang dibicarakan ibu PKK. Tema-tema seperti ini malah mundur secara demokrasi.

"Saya mengamati sebagai seorang rakyat, apakah cuitan BEM UI itu menyuarakan suara rakyat? Menurut saya tidak. Apakah mewakili kaum intelektual? tidak juga, apakah ia bagian dari dinamika berdemokrasi, iya karena mereka berpendapat," ujarnya.

"Justru kita hanya melihat sebuah propaganda oleh kawan-kawan BEM UI, mereka seperti kehilangan visi, kehilangan memilih. Sehingga cuitan BEM UI sangat tidak tepat, karena mahasiswa seharusnya tidak terjebak seperti itu."

"Mahasiswa harus punya selera yang lebih jauh dari kelompok 98, kalau 98 mampu merubah dari sentralistik kekuasaan orde baru menjadi desentralisasi, adek-adek mahasiswa sekarang ini harus keluar dari itu, sudah harus bicara soal nuklir, bicara mengenai mahasiswa itu mampu membuat desertasi sistem negara modern di level ASEAN dan di level ASIA Tenggara."

"Mahasiswa sekarang sudahlah, tak usah berpolitik," tegas Faizal Assegaf.

Paparan yang diberikan oleh Ketua Progres 98, Faizal Assegaf juga mendapat dukungan dari Ketua Umum DPP HMPI, Dr. Andi Fajar Asti M.Pd.

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas