Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Intimidasi dengan Teror dan Gambar Porno, Kantor Collector di Green Lake City Dijerat Pasal Berlapis

Parahnya, penagihan itu dilakukan dengan meneror peminjam dengan makian hingga mengirimkan gambar tak senonoh.

Intimidasi dengan Teror dan Gambar Porno, Kantor Collector di Green Lake City Dijerat Pasal Berlapis
Dok. Polres Metro Jakbar
Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Penggerebekan kantor jasa penagihan utang atau debt collector di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang diungkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Perusahaan yang bernama PT Indo Tekno Nusantara yang berafiliasi pada 13 aplikasi fintech, kerap mengintimidasi peminjam saat menagih.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ada dua cara penagihan yang dilakukan oleh perusahaan, yakni secara langsung dan tidak langsung melalui telepon maupun media sosial.

"Yang pertama, PT ini melakukan penagihan langsung, jadi didatangi dengan ancaman-ancaman. Apabila peminjam online ini tidak melakukan pembayaran akan dilakukan ancaman oleh yang bersangkutan," kata Yusri kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/10/2021).

Kemudian cara penagihan kedua adalah secara online, baik melalui telepon dan juga media sosial.

Baca juga: Sadis, Debt Collector di Green Lake City Ancam Peminjam dengan Kata Kasar dan Teror Gambar Porno

Parahnya, penagihan itu dilakukan dengan meneror peminjam dengan makian hingga mengirimkan gambar tak senonoh.

"Mereka juga mnagih dengan cara meneror melalui media sosial, bahkan kami temukan di sini bahwa penagihan dilakukan pengancaman sampai mengirimkan gambar porno. Jadi peminjam itu diancam kemudian diperlihatkan gambar-gambar pornografi kepada sehingga membuat stres para peminjamnya," jelas Yusri.

Atas kejahatan itu, polisi akan menjerat perusahaan collector ini dengan pasal berlapis di antaranya pelindung konsumen, UU ITE hingga pornografi.

"Nanti kita akan dalami. Yang jelas berdasarkan temuan tim tadi, penyedia jasa debt collector ini akan dipersangkakan dengan pasal berlapis di antaranya UU ITE, Pelindungan konsumen sampai UU Pornografi," kata Yusri.

Diketahui ada 13 perusahaan fintech peer to peer lending atau pinjol yang berafiliasi dengan PT Indo Tekno Nusantara ini. Sepuluh di antaranya perusahaan pinjol ilegal alias tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Halaman
12
Penulis: Fandi Permana
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas