Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Polisi Gerebek 2 Kantor Pinjaman Online di Jakarta Barat dan Tangerang: 88 Orang Diamankan

Polisi menggerebek dua kantor pinjaman online dalam dua hari ini di Cengkareng, Jakarta Barat dan di Cipondoh Tangerang.

Polisi Gerebek 2 Kantor Pinjaman Online di Jakarta Barat dan Tangerang: 88 Orang Diamankan
Dok Polres jakarta Pusat
Karyawan kantor pinjaman online (pinjol) di Cengkareng, Jawa barat, Rabu (13/10/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG-  Polisi menggerebek dua kantor pinjaman online (pinjol) dalam dua hari ini di Cengkareng, Jakarta Barat dan di Cipondoh Tangerang.

Dari penggerebekan tersebut, 86 orang diamankan.

Terbaru, Polda Metro Jaya mengamankan 32 orang karyawan kantor pinjaman online (pinjol) yang berada di Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, Kamis (14/10/2021).

Tempat penangkapan tersebut sekilas tidak terlihat seperti kantor. Bertempat di ruko berlantai empat, tidak ada papan penanda kalau itu adalah sebuah kantor.

Baca juga: Terjerat Pinjaman Rentenir Berkedok Koperasi, Warga Cianjur ada yang Kehilangan Rumah

Kegiatan bekerja dijumpai di lantai tiga. Karyawan bekerja seperti biasa menggunakan komputer masing-masing yang ada di balik bilik kerja.

32 orang diamankan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya mengamankan puluhan pekerja di sana.

"Hari ini kita melakukan penggerebekan di lokasi Green Lake di PT UTN, tapi di bawah namanya ITN yang merupakan kolektor atau penagih," jelas Yusri di lokasi.

Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021).
Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021). (Dok. Polres Metro Jakbar)

"Ada 32 orang yang kita amankan di lokasi ini akan kita bawa dan dilakukan pemeriksaan," sambungnya.

Menurut Yusri, perusahaan fintech tersebut beroperasi menggunakan 13 aplikasi dan sebagian besar ternyata ilegal.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas