Tribun

Anggota DPRD DKI Ini Sampaikan Permintaan Maaf ke Warga karena Jakarta Banjir Lagi  

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta maaf kepada warga Jakarta khususnya wilayah Jakarta Barat.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Anggota DPRD DKI Ini Sampaikan Permintaan Maaf ke Warga karena Jakarta Banjir Lagi  
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meninjau banjir di Jakarta Barat, Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta maaf kepada warga Jakarta khususnya wilayah Jakarta Barat, yang menjadi korban banjir akibat hujan deras, Selasa (18/1/2022). 

"Saya selaku bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta maaf atas ketidaknyamanan ini, saya sudah minta kepada dinas terkait untuk menindak lanjuti secara cepat untuk melakukan penanganan banjir di sejumlah tempat terutama di wilayah Cengkareng, Tegal Alur dan sekitarnya," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022). 

Oleh karena itu, Kent-sapaan akrab Hardiyanto Kenneth- menilai program penanggulangan banjir yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan gagal total, karena apa yang dilakukannya sebelum musim penghujan sama sekali tidak membantu dalam menanggulangi banjir di ibukota.

"Program penanggulangan banjir Gubernur Anies gagal total, kenapa dia tidak fokus terhadap normalisasi kali, permasalahan banjir ini kan sudah menjadi langganan setiap tahunnya, jika tidak akhir tahun ya di awal tahun, jangan pada saat sudah kejadian banjir baru sibuk mikir untuk penanggulangan banjir. Masalah normalisasi kali dan tanggul rob tidak dikerjakan secara maksimal," ketus Kent. 

Menurut Kent, Gubernur DKI Anies harus fokus dalam melaksanakan program normalisasi kali dan perbaikan saluran air di perkampungan warga, karena masih banyak perkampungan di DKI Jakarta tidak mempunyai saluran air yang memadai, jadi jangan sibuk hanya memikirkan program sumur resapan saja yang jelas-jelas tidak membantu dalam menangani banjir

"Pembangunan saluran air baru atau perbaikan saluran air di wilayah perkampungan warga harus digalakkan lagi, karena realitanya masih banyak perkampungan tidak mempunyai saluran air yang memadai. Program sumur resapan yang menjadi program unggulan Gubernur Anies nyata-nyata tidak ada manfaatnya dalam menanggulangi banjir,  Gubernur Anies harus bertanggung jawab karena ada ratusan miliar uang rakyat yang sudah di pakai dalam program sumur resapan ini ," tegas Kent.

Baca juga: Gerbang Tol Cempaka Putih Sempat Ditutup hingga Karyawan Naik Perahu Seberangi Banjir di Pulomas

Lalu, Kent meminta kepada Gubernur DKI Anies Baswedan agar sering- sering berdiskusi dan bisa menindaklanjuti saran yang diberikan oleh para Anggota DPRD DKI Jakarta dalam menangani berbagai permasalahan di ibukota terutama permasalahan paripurna yang tidak kunjung selesai, yaitu masalah banjir

"Saran atau masukkan yang diberikan anggota DPRD DKI bisa menjadi patokan untuk ditindaklanjuti, karena rata rata Anggota Dewan lebih paham kondisi lapangan dan terjun langsung ke masyarakat melalui program reses (serap aspirasi masyarakat). Kemudian temuan saya di lapangan waktu saya mengontrol banjir di beberapa rumah pompa di Jakarta Barat, bahwa masih banyak sampah yang menjadi tanggung jawab UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta yang tidak segera di angkat. Saya minta Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup yang cara kerjanya seperti ini harus di evaluasi, selayaknya sampah di rumah-rumah pompa harus segera di angkat, karena jika tidak segera di angkat, bisa menyangkut di mesin pompa dan bisa mengakibatkan kerusakan di mesin pompa sehingga mengakibatkan kinerja pompa tidak bekerja secara maksimal dalam menanggulangi banjir " beber Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu. 

Kent pun meminta kepada Gubernur DKI Anies Baswedan jangan malah fokus kepada pagelaran ajang balap mobil listrik Formula E, dan selalu membanggakan Jakarta International Stadium (JIS) di tengah bencana banjir yang menimpa warga Jakarta.

Baca juga: Warga Tegal Alur: Kami Sudah Bosan dengan Banjir Setiap Tahun

"Kalau Gubernur mempunyai hati dan kasihan kepada warga yang wilayahnya selalu terdampak banjir, dia harus fokus dan total untuk menanggulangi banjir. Jangan malah hanya memikirkan Formula E dan JIS yang jelas-jelas tidak ada manfaatnya bagi warga Jakarta, kasihan warga jika harus kembali menjadi korban banjir di tengah-tengah pandemi seperti ini," tegas Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jakarta. 

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim bahwa penanganan banjir di Ibu Kota beberapa hari terakhir dilakukan dengan kerja cepat dan senyap.

Dan ia mengungkapkan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota akibat dari hujan dengan intensitas ekstrem. 

Anies pun memastikan warga aman dan tak ada korban jiwa.

Dan memastikan semua usaha pompa dikerjakan agar banjir bisa surut dalam waktu maksimal enam jam setelah hujan berhenti.

Jalan Satria, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat sudah menjadi langganan banjir.
Jalan Satria, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat sudah menjadi langganan banjir. (Warta Kota/Munir)

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas