Tribun

Seorang Perempuan di Jakarta Ngaku Dihamili Polisi Namun Tidak Mau Tanggungjawab

Menurut wanita berinisial A itu, oknum polisi yang ada dalam unggahannya tidak mau bertanggungjawab setelah menghamilinya.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Seorang Perempuan di Jakarta Ngaku Dihamili Polisi Namun Tidak Mau Tanggungjawab
Istimewa
Ilustrasi Polisi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang perempuan di Jakarta mengaku dihamili polisi.

Pengakuan itu viral melalui unggahan di media sosial.

Wanita tersebut mengunggah pengakuannya lewat akun TikTok-nya @agitas.s.

Dia mengunggah beberapa tangkapan layar dan foto bersama oknum polisi yang diduga telah menghamilinya.

Menurut wanita berinisial A itu, oknum polisi yang ada dalam unggahannya tidak mau bertanggungjawab setelah menghamilinya.

Baca juga: Ibu Hamil Rentan Terkena Sembelit, Ini Langkah Pencegahannya

Malahan, kata wanita itu sang oknum polisi tersebut juga telah melakukan kekerasan verbal dan fisik terhadapnya.

Tak cuma itu, si oknum polisi juga meminta A mencabut laporan soal dugaan pemerkosaan.

Lewat unggahannya, A lantas meminta petinggi Polri bertindak terhadap oknum yang dinilai telah merugikannya.

"Pak Kapolri, saya diminta untuk mencabut laporan saya dengan perlakuan seperti ini," unggah A lewat akun TikTok @agitas.s.

"Ini adalah penekanan juga secara verbal yang tidak patut dilakukan oleh anggota kepolisian, juga melakukan kekerasan fisik terhadap saya," sambungnya lagi.

Terungkap identitasnya

Ternyata oknum polisi yang dimaksud ialah Bripda S.

Bripda S diketahui merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Polres Kepulauan Seribu, Jakarta.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas