Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Warga Keluhkan Pengerjaan Proyek Pengendalian Banjir Kali Bekasi

Proyek tanggul di Kali Bekasi paket 1 ini, membuat warga terganggu tak nyaman lantaran pekerjaan dilakukan tanpa memperhatikan keamanan dan kenyama

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Warga Keluhkan Pengerjaan Proyek Pengendalian Banjir Kali Bekasi
Istimewa
Warga RT 005/35 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan adanya proyek pengendalian banjir Kali Bekasi Paket-1 

Seperti drum atau jerigen berisi BBM solar. Beberapa kali solar tumpah ke jalan juga dibiarkan oleh pekerja.

Belum lagi suara bising dari deru suara mesin alat berat yang setiap harinya masuk ke telinga warga.

Selain pekerja proyek juga meletakkan besi ukuran besar dan panjang begitu saja di badan jalan.

Baca juga: Ingin Punya Laptop Gaming dengan Harga Miring? Jangan Lewatkan Lokal Deal di Bogor dan Bekasi!

Sejumlah warga mencoba berbicara kepada pelaksana di lapangan agar memperhatikan keselamatan warga sekitar. Namun oknum pekerja malah balik menantang dengan penuh arogan mengatakan, "Silahkan saja distop, ini proyek pemerintah. Kami akan jalan terus," ujar seorang pekerja pada warga.

Hal ini tentu membuat warga menjadi geram.

"Harusnya memang konsultan pengawas dan kontraktor sering turun ke lapangan mengecek kondisinya. Jangan hanya dipercayakan kepada pekerja saja. Namun harus ada pengawasan yang intensif. Karena tanah hasil galian tanggul juga dibuangnya ke balik tanggul sehingga menimbulkan persoalan lain bagi warga," kata Ismu.

Menurutnya, warga hanya berharap, pelaksana proyek lebih peduli dan memperhatikan aspek lingkungan. Bukan hanya mengejar progres tanpa peduli dengan kondisi lingkungan di mana mereka bekerja.

Berita Rekomendasi

Pihaknya bersama sejumlah warga juga mengaku sudah mengajukan protes langsung ke kepala proyek, namun hal itu tidak ditanggapi.

Protes juga ditujukan ke pelaksana lapangan dan hanya mendapatkan jawaban yang arogan.

Yakni ini proyek pemerintah jadi tidak bisa dihentikan oleh warga. Padahal di komplek ini juga banyak warga usia Balita dan Lansia yang butuh istirahat banyak saat malam hari.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas