Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bayi 2 Bulan Kritis Dirawat di NICU RSAB Harapan Kita, Diduga Gara-gara Salah Beri Susu Formula

Bayi Lanala lahir dengan diagnosa penyumbatan usus dan kelainan hati di Rumah Sakit Pelni pada 13 Juni lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Bayi 2 Bulan Kritis Dirawat di NICU RSAB Harapan Kita, Diduga Gara-gara Salah Beri Susu Formula
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Chintia Suciati (29), orangtua bayi berusia dua bulan bernama Lanala Ayudisa Halim diduga menjadi korban kelalaian petugas rumah sakit yang keliru memberikan susu formula. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bayi berusia dua bulan bernama Lanala Ayudisa Halim diduga menjadi korban kelalaian petugas rumah sakit yang keliru memberikan susu formula.

Bayi Lanala kini berjuang menghadapi fase kritisnya di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Harapan Kita, Jakarta dan berat tubuh Nala turun drastis dari 2,165 kilogram, menjadi hanya 1,4 kilogram.

Chintia Suciati (29), orangtua bayi Lanala mengatakan, saking drastisnya berat badan buah hatinya, tubuh mungil Lanala kini bak tengkorak yang diselimuti kulit. Sementara sekujur badannya itu, dipasangi selang-selang.

Chintia juga bahkan tak bisa terus menerus menemani sang putri di ruang pembaringan, lantaran intensitas pertemuan yang dibatasi.

Menurutnya, putrinya sampai berada di titik kritis, diduga lantaran kelalaian perawat yang bertugas memberi susu formula di rumah sakit tersebut.

Dia mengatakan, Nala lahir dengan diagnosa penyumbatan usus dan kelainan hati di Rumah Sakit Pelni pada 13 Juni lalu.

Hal itu membuat putrinya harus bergantung hidup dengan ileostomi atau pembuatan lubang (stoma) antara ileum dan dinding abdomen yang tujuannya untuk pengalihan feses.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun sebulan kemudian, tepatnya pada 12 Juli 2023, Nala mesti dirujuk ke Poli Gastro di salah satu rumah sakit nasional yang memiliki peralatan lebih canggih dan memadai.

Di tempat inilah, mimpi buruk terpanjang yang tak pernah diharapkan Chintia terjadi.

Bukan membaik, Chintia justru harus menyaksikan bayinya anfal, sesak napas, hingga beberapa bagian tubuh Nala menguning dan membiru karena bengkak.

Dia menduga, hal itu karena perawat salah memberikan susu formula kepada Nala.

Baca juga: Kronologi Bocah 7 Tahun di Palembang Meninggal usai 3 Kali Operasi, Diduga Jadi Korban Malapraktik

Chintia bercerita, putrinya itu sempat mengalami peningkatan berat badan saat ditangani oleh sejumlah dokter.

Dokter tersebut menyarankan Chintia untuk memberikan susu Nutribaby Royal Pepti Junior dari sebelumnya susu Nala adalah Neocate.

Kondisi bayi Nala
Kondisi bayi Lanala Ayudisa Halim saat dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Harapan Kita, Jakarta dan berat tubuh Nala turun drastis dari 2,165 kilogram, menjadi hanya 1,4 kilogram.

"Setelah dicek sama dokter, ada perbaikan dari segi berat badan, dokter ahli gizi pun sudah menemukan susu yang cocok buat Nala," kata Chintia saat ditemui di kediamannya, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (16/8/2023).

"Dari susu Pepti Junior itu perlahan-lahan dia naik berat badannya. Bahkan rekor pertama Nala di angka 2,165 kilogram," lanjutnya.

Baca juga: Bayi di Makassar Meninggal Diduga jadi Korban Malapraktik, Perawat Suntik Korban hingga Pendarahan

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas