Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bertongkat dan Menahan Nyeri, Guru Korban Tabrakan Mobil MBG Tetap Mengajar demi Muridnya

Meski bertongkat usai jadi korban tabrakan mobil MBG, guru Maryono tetap semangat mengajar muridnya di SD Kalibaru.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bertongkat dan Menahan Nyeri, Guru Korban Tabrakan Mobil MBG Tetap Mengajar demi Muridnya
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
Guru Maryono tetap semangat mengajar meski geraknya terbatas akibat patah tulang kaki. Guru kelas 4 ini merupakan korban insiden mobil MBG yang menabrak belasan siswa dan dirinya pada Kamis pagi 11 Desember 2025 di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Maryono, guru kelas 4 SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, tetap mengajar meski berjalan dengan tongkat usai jadi korban tabrakan mobil MBG yang menabrak belasan siswa. 
  • Kakinya patah dan dipasangi pen, namun ia memilih kembali ke sekolah lebih cepat karena rindu murid-muridnya. 
  • Kehadirannya menjadi bukti pengabdian seorang guru yang tak tergoyahkan meski fisik terbatas.

TRIBUNNEWS.COM - Keterbatasan fisik tak menghalangi pengabdian Maryono seorang guru untuk mengajar akan muridnya.

Maryono adalah korban insiden mobil MBG yang menabrak belasan siswa dan dirinya pada Kamis pagi 11 Desember 2025 di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Dia tetap datang ke sekolah, mengajar dengan penuh kesabaran meski setiap langkahnya harus ditopang tongkat.

Baca juga: Kondisi Siswa SD yang Ditabrak Mobil MBG di Jakut, Prabowo Jenguk Korban, Polisi Beri Trauma Healing

Pengorbanan Maryono Mengajar Anak Muridnya

Sejak pagi hari, Maryono sudah tiba di sekolah.

Menggunakan alas kaki sandal, ia beraktivitas dengan bantuan tongkat.

Setiap langkah memerlukan konsentrasi ekstra.

Rekomendasi Untuk Anda

Aktivitasnya terbatas, untuk mengajar ia lebih banyak duduk karena kakinya bengkak, sering nyeri, ngilu dan pegal.

“Karena belum boleh menapak, aliran darahnya belum berjalan normal jadilah bengkak,” tutur dia.

Meski geraknya perlahan, Marjono tetap menampilkan wajah tenang dan bahagia karena bisa bertemu kembali dengan siswa-siswanya.

Pasca kejadian, dirinya dirawat intensif selama 1 minggu di RS, ia menjalani operasi pemasangan pen dan selama dua minggu ini rutin kontrol ke dokter.

“Hari Senin lalu adalah hari pertama saya masuk kembali ke sekolah. Kata dokter saya mengalami patah tulang dan harus dipasangi pen,” kata dia saat berbincang dengan Tribunnews.com.

Saat ini, kaki sebelah kirinya masih berbalut perban setelah dilakukan pemasangan pen.

Fokus utamanya kini adalah pemulihan dengan menjaga luka jahitan tetap bersih sambil menunggu tulang menyatu.

“3 bulan lagi kaki saya baru boleh menapak tanah. Sekarang masih pakai tongkat dulu,” tutur dia.

Maryono lalu menceritakan detik-detik mobil naas menabrak dirinya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas