Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Orangtua Pramugari Esther Bertolak dari Bogor ke Makassar, Ambil Sampel DNA di RS Bhayangkara

Esther Aprilita adalah warga Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menjadi pramugari pesawat ATR 42-500.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Erik S
zoom-in Orangtua Pramugari Esther Bertolak dari Bogor ke Makassar, Ambil Sampel DNA di RS Bhayangkara
Tribunnews.com/TRIBUN TIMUR/Nurul Hidayah
KORBAN PESAWAT JATUH - Adi Saputra ayah dari pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S menunggu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026). 

Saat ditemui Tribun Timur, Adi Saputra berharap putri sulungnya itu dapat segera ditemukan dan kembali bersama keluarga.

Adi menyebutkan, komunikasi terakhir dengan Esther Aprilita terjadi pada Jumat malam, sebelum insiden kecelakaan pesawat.

“Terakhir komunikasi itu Jumat malam,” ujar Adi.

Menurut Adi, Ester saat itu sedang menjalani status standby di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Dia standby di Halim. Kalau rute kita nggak tahu, biasanya dari Halim ke Jogja,” jelasnya.

Baca juga: Cuaca Buruk, Tim SAR Siapkan 2 Skenario Evakuasi Korban dan Puing Pesawat ATR 42-500

Adi mengatakan, dirinya sudah berada di Makassar selama dua hari menunggu perkembangan pencarian.

Ia mengenang Ester sebagai sosok anak yang baik dan penuh perhatian terhadap keluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dia orangnya baik,” ucapnya singkat.

Ester merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan telah berprofesi sebagai pramugari selama hampir tujuh tahun.

“Enam jalan ke tujuh tahun,” kata Adi.

Adi juga mengungkapkan adanya pesan tak biasa dari putrinya saat komunikasi terakhir.

APEL PASUKAN - Suasana apel Pemberangkatan 30 SAR di pos Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) pagi.
APEL PASUKAN - Suasana apel Pemberangkatan 30 SAR di pos Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) pagi. (Tribun-Timur.com/Muslimin Emba)

Menurutnya, Ester sempat meminta maaf, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya.

“Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak keluarga masih berharap seluruh korban kecelakaan pesawat dapat ditemukan.

“Kita berharap semuanya ditemukan,” ujar Adi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas