Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengalaman Empirik Fadel Muhammad Membangun Gorontalo Dalam Sebuah Buku

Pengalaman empirik Wakil Ketua MPR RI ini dituliskan dalam buku berjudul 'Reinventing Local Government - Pengalaman Dari Daerah'

Pengalaman Empirik Fadel Muhammad Membangun Gorontalo Dalam Sebuah Buku
Istimewa
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di hadapan Civitas Akademika Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad mengatakan, model birokrasi yang dianut seluruh negara di dunia, akan berubah mengikuti perkembangan zaman. Dulu, public administration dianggap sebagai model birokrasi yang paling bagus. Dalam perjalanannya, sistem ini terus berkembang sehingga kalangan yang sepaham dengan sisitem itu menyebutnya dengan istilah Birokrasi Tulen.

Model Birokrasi Tulen ini lahir di Jerman, lalu tumbuh dan berkembang pesat di Amerika pada era presiden USA ke-28 Thomas Woodrow Wilson. Pada tahun 1993-2001, tepatnya saat Albert Arnold Gore Jr, menjabat Wakil Presiden AS, ia memunculkan ide tentang Reinventing Government. Reinventing Government berisi pemikiran agar pemerintah tidak hanya memegang prinsip-prinsip birokrasi tulen yang kaku, tetapi mesti berkembang, termasuk menyentuh persoalan entrepreuneurship.

"Kemudian gagasan entrepreneur government, itu makin berkembang pesat di Universitas Harvard. Sistem ini menekankan pada prinsip bahwa pemerintah bukan hanya milik satu orang tapi kepunyaan banyak orang," kata Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad. Pernyataan itu disampaikan Fadel Muhammad pada acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat.

Acara yang membahas buku karya Fadel Muhammad berjudul Reinventing Local Government - Pengalaman Dari Daerah itu berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo, Senin (28/6/2021). Ikut hadir pada acara tersebut kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Layanan Informasi Siti Fauziah, Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI Drs. Maifrizal, M.M . Akt serta Rektor UNG Dr. Eduart Wolok ST, MT.

Selain Fadel yang tampil sebagai penulis, juga ada dua pembicara yang ikut membahas buku Reinventing Local Government. Keduanya adalah Dirjen Dikti Prof. Ir. Nizam, M. SC, DIC, Ph.D, IPU, Asean Eng serta Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo M. Pd.

Fadel Muhammad mengungkapkan, Reinventing Government juga tampaknya dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penunjukan Mendiknas dari kalangan entrepreneur pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, kata Fadel, merupakan bukti adanya keinginan pemerintah untuk mengembangkan pendidikan seperti yang ada pada dunia usaha, yakni memberikan banyak penghasilan, sekaligus melahirkan wirausahawan baru.

Ke depan menurut Fadel, pemerintahan yang berorientasi kewirausahaan, bukan hanya menghabiskan APBD, tetapi juga memanfaatkan anggaran sebagai modal, sehingga memiliki multiefek yang panjang lebar. "Kisah itu menjadi salah satu bagian dalam buku Perjalanan saya memimpin Gorontalo sebagai gubernur pertama selama dua periode.

Dalam buku berjudul Reinventing Local Government - Pengalaman Dari Daerah, itu saya rangkum seluruh pengalaman empirik, sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan para kepala daerah. Apalagi birokrasi yang saya kembangkan telah berhasil mengangkat hajat hidup masyarakat Gorontalo sebagai provinsi ke 32," kata Fadel menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI Siti Fauziah berharap kerja sama MPR dengan UNG akan berjalan lebih baik ke depannya. Seperti kerja sama MPR dengan perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia. Siti Fauziah juga berharap, civitas akademika UNG bisa memanfaatkan perpustakaan MPR. Bisa datang langsung ke perpustakaan MPR, atau mengunjunginya melalui website MPR.

"Ada 14 ribu judul buku, sebagian di antaranya tidak dijual di pasaran, dan hanya ada di MPR. Buku-buku itu karya para pakar, baik dalam bentuk ide, aspirasi maupun koreksi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Siti Fauziah.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas