Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bom Solo Bikin Sultan Kasepuhan Tak Bisa Tidur

Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Raja Arief Natadiningrat mengatakan, ada kegelisahan umat pascaterjadinya aksi bom bunuh diri di Solo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Agung Yulianto

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON  - Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Raja Arief Natadiningrat mengatakan, ada kegelisahan umat pascaterjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo pada Minggu (25/9) siang. Dia mengaku mendapatkan keluhan itu dari masyarakat.

"Saya menerima pesan pendek, dan Blackberry Messanger (BBM), bahwa kejadian itu sudah mengusik rasa aman dan mengusik umat. Apalagi aksi itu terjadi di tempat ibadah," ujarnya di sela-sela rapat koordinasi di Mapolres Cirebon Kota, Senin (26/9/2011) sore.

Selain tempat ibadah, bom itu juga meledak di simpul-simpul kebudayaan yang merupakan sebagai simbol persatuan atau Bhinneka Tunggal Ika. Seperti di Bali, Cirebon, dan Solo.

Raja juga mengaku sudah memberitahukan kepada raja-raja di nusantara agar mewaspadai kejadian serupa terulang.

"Saya sampai tidak bisa tidur dengan pernyataan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan kemungkinan pelaku pemboman di Solo masih terkait jaringan di Cirebon," katanya yang mengenakan pecis hitam dipadu batik cokelat.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas