Mantan Menteri Apresiasi Mundurnya Mahfud MD dari Konvensi Capres
Pengamat politik Ryaas Rasyid memahami mundurnya Mahfud MD
Penulis: Muhammad Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Ryaas Rasyid memahami mundurnya Mahfud MD dari keikutsertaan dalam konvensi capres partai Demokrat. Menurutnya, Mahfud memiliki komitmen tersendiri dalam konvensi tersebut.
"Pertama saya menghargai sikap Mahfud MD yang tidak ikut Konvensi (Demokrat). Alasan yang ia kemukakan bisa saya pahami," kata Ryaas Rasyid dalam Diskusi MMDInitiative di Kantor Yayasan 135, Jl. Dempo 3, Matraman Dalam, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2013).
Mantan menteri pendayagunaan aparatur negara ini menuturkan, saat dirinya menanyakan alasan mundur dari konvensi Demokrat, Mahfud mengatakan ada beberapa mekanisme yang mengganjal yang belum bisa terjawab. Mahfud, kata Ryaas Rasyid mengatakan Komite belum membeberkan aturan secara tertulis mengenai ketentuan pemenang Konvensi.
"Keputusan Mahfud saya apresiasi," ujarnya.
Seperti diberitakan, Mahfud MD menyatakan mundur sebagai peserta Konvensi Demokrat setelah sekitar lima menit bertemu dengan komite konvensi calon presiden Partai Demokrat di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta.
"Setelah saya merenung dan berkonsultasi kepada Allah SWT melalui salat istikharah serta mendiskusikan secara mendalam dengan tim politik saya, maka saya memutuskan untuk tidak mengikuti konvensi Partai Demokrat," kata Mahfud MD.
Menurut Mahfud, secara pribadi dirinya merasa tidak harus mengikuti konteks politik konvensi karena beberapa hal.
Pertama, adanya pertanyaan di benaknya yakni mengenai hak dan kewajiban peserta konvensi dan Partai Demokrat terutama setelah konvensi selesai dan pemenangnya sudah ditetapkan serta hasil pemilu legislatif sudah selesai.
Pertanyaan itu hingga sekarang belum terjawab meskipun dirinya sudah menyampaikannya langsung kepada anggota komite maupun melalui media.
"Selama ini saya hanya mendengar penjelasan dan jaminan lisan, tanpa ada yang tertulis, sementara AD/ART Partai Demokrat menentukan mekanisme yang berbeda dengan berbagai penjelasan dan jaminan lisan tersebut," tegas dia.
Lebih lanjut menurut Mahfud keputusan ini diambilnya setalah berkomunikasi dengan para guru yaitu kiai-kiai dari pondok pesantren, tokoh-tokoh perseorangan termuka di NU, Muhammadiyah, dan gereja serta kolega-kolega di berbagai perguruan tinggi. Pun demikian dengan tokoh-tokoh masyarakat dan komunitas-komunitas dimana dirinya bergaul dan ikut memimpin.
"Banyak yang menyarankan agar saya tidak ikut konvensi tanpa mengurangi rasa hormat kepada Partai Demokrat," ujarnya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.