Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penolakan Jokowi Sebagai Bentuk Kekecewaan

Mobil murah yang digadang sebagai embrio industri otomotif nasional pun tidak masuk akal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Tulus Abadi menilai penolakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terhadap keberadaan mobil murah lantaran bentuk kekecewaannya terkait mobil nasional Esemka yang tidak lolos uji emisi.

"Ya itu bisa saja. Bisa jadi," ujar Tulus usai menghadiri dialog Polemik di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/9/2013).

Tulus menjelaskan, penolakan ini lantaran pemerintah tidak konsisten untuk mengembangkan mobil nasional. Mobil murah yang digadang sebagai embrio industri otomotif nasional pun tidak masuk akal.

"Teknologi apapun tidak bisa ditransfer, tapi harus dicuri, jadi jangan mimpi industri ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) di Jepang akan mentransfer teknologi ke kita. Yang kemudian kita akan mandiri dalam industri otomotif," tutur Tulus.

Tulus menambahkan, jika Pemerintah konsisten mengembangkan industri otomotif nasional, tentu langkah yang diambil yakni Pemerintah harus tegas terhadap keberadaan ATPM di Indonesia.

"Ini saja mobil murah masih menggunakan komponen impor dan merek ATPM," ucap Tulus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas