Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Waspadai Bail Out Merpati Lahirkan Century Jilid II

PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) berpotensi menjadi kasus Century jilid II menyusul besarnya dana yang harus digelontorkan

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) berpotensi menjadi kasus Century jilid II menyusul besarnya dana yang harus digelontorkan pemerintah untuk memberi dana talangan (bail out) terhadap maskapai yang punya utang Rp 6 triliun tersebut.

Apalagi, carut marut Merpati memuncak pada 2014 tepat pada tahun Pemilu di Indonesia.

"Saya rasa persoalan Merpati ini meledaknya ini sebetulnya akibat akumulasi, tetapi meledaknya pas mau pergantian kabinet. Ini yang bisa diinterpretasikan oleh masyarakat awam bahwa ini jadi permainan," ujar Arista Atmadjati, dosen penerbangan UGM, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Arista menyarankan agar pemerintah memberikan dana talangan kepada Merpati. Dengan pertimbangan, sejarahnya yang panjang dan melayani penerbangan perintis (pelosok) yang tidak dilayani maskapai lain.

Untuk itu, demi masyarakat di berbagai pelosok, pemerintah harus bergerak cepat.

"Ini permasalahan Merpati akumulasi. Sudah lama dan dia meledak permasalahannya disaat yang tidak tepat, di saat pemerintahan akan berganti. Ini jadi saya concern apakah pemerintah berani dalam membailout dalam situasi pergantian pemerintah ini," lanjut dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait kecurigaan masyarakat meningat dana bail out sangat besar, Arista menegaskan Indonesia harus belajar dari kasus bail out Century. Dengan demikian, tidak ada yang ditutupi dari dana talangan tersebut.

"Kita belajar dari kasus bail out yang lama. Ya seharusnya bail out yang profesional saja," ujar dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas