Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gugatan Dikabulkan PTUN, Tak Berarti Romi Akui Djan Faridz

"Proses putusan PTUN memerlukan waktu dan jika sudah ada putusan, bagi yang tidak puas bisa banding ke PT TUN," katanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Gugatan Dikabulkan PTUN, Tak Berarti Romi Akui Djan Faridz
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat, Kamis (30/10/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu Romahurmuziy atau Romi tak begitu saja menerima putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) soal kepengurusan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengabulkan gugatan kubu Djan Faridz terhadap keabsahan muktamar di Surabaya.

Sekretaris Jenderal PPP versi Romi, Aunur Rofiq, mengatakan pengabulan tersebut bukan berarti mengakui kubu Suryadharma Ali (SDA). Aunur menambahkan sidang PTUN itu perlu disimak dengan benar.

"Bukan mengakui kubu SDA, coba dibaca secara detail amar penundaan tersebut. PTUN belum mengeluarkan putusan, karena sidang pertama baru akan digelar 17 November. Belum ada yang dimenangkan," kata Aunur dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu (9/11/2014).

Menurutnya, setelah keputusan PTUN, barulah setiap kubu yang merasa tidak puas bisa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN).

"Proses putusan PTUN memerlukan waktu dan jika sudah ada putusan, bagi yang tidak puas bisa banding ke PT TUN," katanya.

Lebih lanjut dirinya berharap, dengan putusan PTUN ini, partai berlambang kakbah itu bisa bersatu kembali. Dia berharap, tidak ada perpecahan lagi di PPP.

"Semoga (bersatu), karena persatuan merupakan salah satu untuk memperbesar partai," kata Aunur.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas